TipsEdukasi

8 Contoh Etika Digital dan Pelanggaran yang Wajib Kamu Waspadai

Farid

contoh etika digital

Teknologi digital saat ini sudah semakin berkembang dan terintegrasi dengan kehidupan kita sehari-hari. Nggak hanya dalam ranah hiburan, kemajuan teknologi ini juga banyak dimanfaatkan untuk aktivitas bisnis. Nah, seiring dengan semakin banyaknya orang yang menggunakan teknologi dalam bentuk media sosial, sayangnya kesadaran akan etika digital masih rendah. Makanya, nggak heran kamu menemukan banyak banget bentuk-bentuk pelanggaran digital yang mengakibatkan ketidaknyamanan pengguna lainnya. Nah, kamu perlu tahu bahwa dalam etika digital kita harus lakukan ini kecualibeberapa pelanggaran yang juga akan kita bahas berikut. Yuk, simak ulasan contoh etika digital beserta pelanggarannya yang perlu kamu ketahui berikut ini.

Contoh Etika Digital yang Harus Kita Lakukan

Contoh Etika Digital yang Harus Kita Lakukan
Contoh Etika Digital yang Harus Kita Lakukan

Etika digital adalah seperangkat nilai, prinsip, dan norma yang berfungsi untuk mengatur interaksi antara kita dengan pengguna internet lainnya. Penerapan contoh etika digital ini berlaku untuk siapa saja yang menggunakan perangkat teknologi dan yang menjalin interaksi di dalam ranah digital. Sama seperti halnya etika dalam kehidupan sehari-hari, praktek etika digital ini mencerminkan nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi oleh seseorang.

Menerapkan nilai-nilai etika digital dalam berinteraksi di dunia maya sebenarnya sangat mudah, kok. Yang paling penting, kamu perlu tahu apa saja contoh etika digital yang akan kami bahas berikut ini.

Menghindari Menyebarkan Informasi Palsu

Menghindari Menyebarkan Informasi Palsu
Menghindari Menyebarkan Informasi Palsu

Di tengah-tengah derasnya arus informasi, salah satu hal yang perlu kamu waspadai adalah munculnya berita-berita atau informasi palsu. Biasanya, berita palsu ini banyak dimuat di website yang mengejar klik semata dan mengabaikan akurasi informasi yang mereka berikan. Informasi palsu atau hoax ini seringkali mengakibatkan masyarakat merasa resah dan nggak jarang mengakibatkan stabilitas suatu negara jadi terganggu.

Nah, salah satu contoh etika digital yang perlu kamu terapkan saat menjumpai informasi jenis ini adalah nggak menyebarkannya. Saat menerima suatu informasi dari dunia maya, sebaiknya kmu mencari tahu terlebih dulu mengenai kebenarannya. Jangan menelan berita tersebut bulat-bulat, karena nggak semua hal yang muncul di dunia maya 100% benar. Pastikan untuk hanya membagikan informasi yang benar supaya bisa memberikan manfaat bagi pembaca postinganmu.

Tidak Menyebarkan Konten yang Melanggar Privasi Orang Lain

Tidak Menyebarkan Konten yang Melanggar Privasi Orang Lain
Tidak Menyebarkan Konten yang Melanggar Privasi Orang Lain

Dalam dunia nyata maupun maya, perlindungan terhadap hak privasi adalah hak bagi semua orang. Itulah kenapa kamu wajib untuk menjaga privasi diri sendiri dan tentunya orang lain. Hindari membagikan informasi yang mengakibatkan keamanan privasi dari orang lain jadi terganggu. Contoh etika digital ini bisa kamu lakukan dengan nggak membagikan informasi sensitif milik orang lain, misalnya membagikan alamat rumah, nomor telepon, dan lain sebagainya.

Menggunakan Bahasa yang Sopan Saat Berinteraksi dengan Orang Lain

Menggunakan Bahasa yang Sopan Saat Berinteraksi dengan Orang Lain
Menggunakan Bahasa yang Sopan Saat Berinteraksi dengan Orang Lain

Jagat internet memang bersifat anonim yang melindungi identitas asli dari penggunanya. Tapi, hal ini seringkali mengakibatkan beberapa oknum jadi bersifat seenaknya dan menggunakan kebebasan berekspresi di dunia maya dengan menghina dan melontarkan kata-kata yang tidak sopan saat berinteraksi dengan orang lain. Padahal, siapapun yang ada di balik layar tersebut juga merupakan orang yang memiliki perasaan sepertimu. Kamu tentunya nggak akan melakukan hal tersebut saat bercakap-cakap dengan orang lain di dunia nyata, kan? Makanya, salah satu contoh etika digital yang perlu kamu terapkan adalah tetap berperilaku sopan dan menggunakan kata-kata yang baik saat berinteraksi dengan pengguna internet lainnya.

Menghormati dan Melindungi Hak Cipta dari Karya Orang Lain

Menghormati dan Melindungi Hak Cipta dari Karya Orang Lain
Menghormati dan Melindungi Hak Cipta dari Karya Orang Lain

Satu lagi nih contoh etika digital yang sayangnya masih terasa asing di kalangan netizen Indonesia. Penerapan perlindungan hak cipta memang masih lemah di negara ini, apalagi di ranah dunia maya. Contoh sederhana adalah menggunakan lagu karya musisi untuk membuat video yang bersifat komersil tanpa seijin pencipta atau penyanyi lagu tersebut. Atau, mencomot gambar di Google dan mengklaimnya sebagai hasil karyamu. Dua contoh tersebut nggak hanya melanggar etika digital tetapi juga hak cipta, lho.

Walaupun jagat internet memudahkanmu dalam mengunduh hasil karya tertentu, namun perlu kamu tahu bahwa karya tersebut nggak lantas menjadi milikmu. Jika kamu ingin menggunakannya untuk kepentingan komersil, alangkah baiknya untuk menghubungi seniman yang membuatnya untuk meminta izin. Ini terutama penting banget jika kamu hendak menggunakan resource tertentu untuk membuat logo perusahaan atau promosi produk. Mealkukan contoh etika digital ini bakal berpengaruh besar banget terhadap kesuksesan bisnismu dalam jangka waktu lama.

Tidak Memalsukan Identitas atau Mencuri Identitas Orang Lain

Tidak Memalsukan Identitas atau Mencuri Identitas Orang Lain
Tidak Memalsukan Identitas atau Mencuri Identitas Orang Lain

Contoh etika digital yang sebaiknya kamu perhatikan adalah tidak mencuri atau memalsukan identitasmu. Jika kamu menggunakan akun dengan identitas milik orang lain untuk tujuan yang tidak baik, maka hal tersebut termasuk pelanggaran berat dan bisa mengakibatkan akun media sosialmu terblokir. Bahkan, nggak menutup kemungkinan kamu harus berurusan dengan hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatanmu.

Sedangkan, pemalusan identitas bisa mengakibatkan kepercayaan publik terhadapmu jadi berkurang. Ini terutama akan sangat berpengaruh bagi kamu yang ingin merintis usaha. Makanya, ada baiknya untuk memberikan informasi yang sesuai saat sedang membuat akun bisnis atau akun media sosial. Tentunya, untuk menjamin kenyamanan, sebaiknya hindari membagikan informasi yang bersifat sensitif agar datamu nggak disalahgunakan oleh orang lain.

Pelanggaran Etika Digital yang Harus Kamu Hindari

Pelanggaran Etika Digital yang Harus Kamu Hindari
Pelanggaran Etika Digital yang Harus Kamu Hindari

Dalam menggunakan media sosial atau media internet pada umumnya, tentunya ada beberapa pelanggaran etika bisnis yang perlu banget kamu waspadai dan hindari. Soalnya, pelanggaran ini bisa berdampak negatif terhadap diri sendiri dan tentunya orang lain. Yuk, waspadai tindakan pelanggaran kode etik digital berikut ini:

Memuat dan Menyebarkan Berita Hoax

Memuat dan Menyebarkan Berita Hoax
Memuat dan Menyebarkan Berita Hoax

Pemilik website wajib waspada nih! Sekilas, memuat berita hoax atau informasi palsu memang bisa meningkatkan click rate dan traffic ke situsmu secara signifikan. Tapi, di saat yang sama tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran peraturan oleh Google. Website yang memuat informasi palsu berpotensi diblokir oleh Google dan mengakibatkan peringkat situsmu merosot tajam.

Bahkan, bisa jadi hal tersebut mengakibatkan pemilik situs terjerat oleh hukum. Nah, nggak worth it banget, kan? Makanya, daripada melakukan tindakan yang melanggar hukum hanya demi sensasi sesaat, lebih baik kamu fokus untuk memberikan informasi yang akurat, bisa dipertanggungjawabkan, dan pastinya memberikan manfaat bagi pembaca.

Menggunakan Hasil Karya Orang Lain untuk Keperluan Bisnis

Menggunakan Hasil Karya Orang Lain untuk Keperluan Bisnis
Menggunakan Hasil Karya Orang Lain untuk Keperluan Bisnis

Bagi seorang pelaku bisnis, mencuri dan menggunakan hasil karya orang lain untuk kepentingan bisnisnya is a big no-no. Hal ini bisa mengakibatkan usahamu dituntut oleh mereka yang dirugikan. Nggak hanya itu, konsumen produkmu bisa jadi nggak mempercayaimu. Apalagi, jika kualitas produk yang kamu jual ternyata nggak sesuai dengan produk yang mereka dapat. Penggunaan logo milik orang lain tanpa ijin juga mengakibatkan perusahaanmu dituntut, lho. Wah, jangan sampai ya hal ini terjadi padamu.

Melakukan Spamming

Melakukan Spamming
Melakukan Spamming

Saat berbalas komentar di platform media sosial, kamu mungkin sering menemui akun yang menjajakan produknya di kolom komentar, umumnya pada akun medsos artis. Promosi yang mereka lakukan seringkali nggak berhubungan dengan topik di dalam video tersebut. Nah, metode promosi ini termasuk spamming dan nggak kami rekomendasikan. Alih-alih menarik calon konsumen, metode marketing ini justru bisa mengakibatkan usahamu kehilangan kredibilitasnya. Pengguna yang terganggu juga bisa saja melaporkan akunmu karena tidakan spamming tersebut.

Seperti yang diulas sebelumnya, salah satu contoh etika digital adalah situsmu harus memberikan informasi yang terjamin kebenarannya. Situs dengan informasi yang akurat juga punya peluang lebih tinggi untuk merangkak naik ke peringkat pertama Google. Nah, dengan menggunakan jasa penulisan artikel Optimaise, kamu akan mendapatkan artikel berkualitas, informatif, dan pastinya SEO-friendly. Dan, yang pasti penulis SEO kami menjunjung tinggi etika digital dalam menghasilkan karya terbaik untuk kebutuhanmu.

Baca Juga

Optimaise