Konten SEO: Panduan Terbaik untuk Pemula

Updated:

Konten SEO

Panduan SEO:

Konten SEO

Setiap hari, ada ribuan website yang menerbitkan konten dengan berbagai topik dengan satu tujuan: mendapatkan ranking terbaik dan tampil di halaman pertama Google. Berada di urutan teratas dari halaman pencarian Google tentunya jadi tujuan dari semua pengelola website. Dengan demikian, mereka bisa mendapatkan jumlah traffic dalam jumlah yang besar dari pengguna internet. Untuk memenangkan persaingan sengit ini, konten SEO yang berkualitas akan menjadi pertolongan yang paling besar. Simak ulasan lengkap mengenainya berikut in.

Konten SEO
icon number

Apa Itu Konten SEO, dan Mengapa Ia Penting?

Konten SEO adalah konten yang dirancang untuk menduduki peringkat di mesin pencari. Ini bisa berupa posting blog, halaman produk atau arahan, alat interaktif, atau hal lainnya. Tidak semua konten menduduki peringkat dan mendapatkan lalu lintas dari pencarian organik. Hanya konten yang dirancang untuk pencari topik yang sedang dicari yang bisa melakukannya. Dengan memahami cara kerja konten SEO, kamu bisa membuat konten sesuai dengan kaidah optimasi search engine ini. Sehingga, saat seseorang sedang mencari konten menggunakan kata kunci yang menjadi targetmu, Google akan merekomendasikan kontenmu kepada mereka.

icon number

Cara Membuat Konten SEO

Bagaimana cara membuat konten SEO? Yang perlu kamu tahu adalah saat membuat sebuah konten SEO, kamu berusaha untuk memberikan pencari konten yang mereka inginkan dan membuat mereka berlama-lama dalam menikmati konten informatif tersebut. Apalagi, jika kamu bisa memasukkan pengetahuan maupun inti dari pengalaman berhargamu di dalamnya. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut.

Pilih Topik yang Sudah Terbukti

Cara memilih topik keyword
Konten SEO 1

Seharusnya kamu sudah memiliki topik yang terbukti jika sudah melakukan penelitian kata kunci. Ini adalah sesuatu dengan potensi lalu lintas, potensi bisnis, dan potensi peringkat. Sebagai contoh, kamu mencari topik yang mengulas tentang toko penyedia alat-alat memasak kue/baking.Untuk mengetahui apakah topik tersebut termasuk ke dalam topik yang sudah terbukti, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Memasukkan kata kunci awal “bakery” ke dalam kolom Keywords Explorer dari Ahrefs
  • Klik opsi laporan Matching Terms pada menu tab
  • Filter kata kunci dengan potensi lalu lintas baik dan KD rendah
  • Terakhir, jangan lupa untuk memeriksa halaman peringkat teratas dan statistiknya di ikhtisar SERP.

Menganalisa Search Intent

Langkah selanjutnya sebelum kamu membuat konten SEO adalah memahami search intent atau niat pencarian. Memahami niat pencarian berarti mencari tahu apa yang dicari oleh pencari. Kamu perlu melakukannya karena peluangmu untuk menduduki peringkat tipis jika kontenmu tidak sejalan dengannya. Bayangkan, jika kamu membuat konten tanpa memperhatikan search intent. Pengunjung yang membaca kontenmu tentunya akan menjadi tidak puas dan akan segera mencari konten lain yang bisa menjawab kebutuhan mereka.

Lalu, bagaimana cara menentukan apa niat pencarian dari para pengguna internet? Salah satu clue adalah melalui kata kunci. Kata kunci itu sendiri seringkali mengungkapkan niat. Misalnya, jelas bahwa orang yang mencari “tips SEO” ingin mendapatkan daftar tips SEO. Begitupula, mereka yang menggunakan kata kunci “resep membuat kue” sudah pasti mencari konten bersifat tutorial yang menunjukkan langkah-langkah membuat kue.

Namun, untuk kata kunci lain, ini mungkin kurang jelas. Misalnya, kata kunci “SEO” saja tentu tidak memberikan informasi yang jelas tentang niat pencarian seseorang. Orang tersebut bisa saja mencari konten dalam bentuk artikel yang memuat tentang apa itu SEO, atau mungkin mencari konten tutorial memaksimalkan SEO. Jadi lebih baik menggunakan halaman peringkat teratas sebagai pengganti. Dengan kata lain, inferensikan niat dari apa yang sudah menduduki peringkat.

Untuk melakukan ini, analisislah halaman peringkat teratas untuk menemukan Tiga C berikut:

  • Tipe konten: Apakah itu posting blog, halaman produk, halaman arahan, atau hal lainnya?
  • Format konten: Apakah itu tutorial, listicle, panduan cara, resep, alat gratis, atau hal lainnya?
  • Angle konten: Apakah ada poin penjualan dominan, seperti harga rendah atau seberapa mudah penggunaan?

Buat Konten Sesuai dengan Keahlianmu

Dalam menentukan konten berkualitas untuk diranking, salah satu parameter utama yang digunakan Google adalah Expertise. Artinya, Google lebih menyukai konten yang menunjukkan keahlian seseorang di bidang tertentu. Terutama, jika konten tersebut berhubungan dengan kesehatan, keuangan, dan kebahagiaan dari pembacanya. Google menyebut ini sebagai topik Your Money or Your Life (YMYL).

Konten bersifat YMYL menurut Google, terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Topik Non-YMYL: Pada topik Non-YMYL, “keahlian sehari-hari” sudah cukup. Jika penulis memiliki jenis dan jumlah pengalaman hidup yang membuatnya menjadi ahli dalam topik tersebut, itu sudah cukup bagus
  • Topik YMYL: Pada topik YMYL, keahlian formal penting, tetapi “keahlian sehari-hari” sudah cukup untuk beberapa topik. Sebagai contoh, seseorang yang mengalami kanker dapat menjawab pertanyaan “bagaimana rasanya memiliki kanker” lebih baik daripada seorang dokter.
Membuat topik artikel sesuai dengan keahlian
Konten SEO 2

Menyajikan Topik Secara Komprehensif

Setelah memastikan bahwa keahlianmu selaras dengan konten yang akan kamu buat, saatnya membuat jenis konten yang dicari oleh pencari informasi. Menganalisis niat pencarian memberikan gambaran tingkat tinggi tentang hal ini, tetapi belum mengungkap semuanya. Ini menjadi masalah karena hasil terbaik untuk suatu pertanyaan mencakup semua yang ingin diketahui oleh pencari.

Berikut adalah dua cara untuk menemukan sub-topik dan poin penting yang perlu kamu sertakan:

  • Melihat kesamaan di antara halaman website teratas. Hal ini bisa kamu lihat melalui subheading
  • Mencari peringkat kata kunci yang umum di antara halaman teratas. Aspek ini sering terlihat di bagian subtopik. Dan, jika banyak halaman atau website yang membahasnya, maka bisa jadi itu merupakan hal yang sangat penting.

Untuk menemukan kata kunci yang umum digunakan, kamu bisa memanfaatkan fitur Ahrefs. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Masukkan kata kunci yang menjadi targetmu ke dalam fitur Keywords Explorer dari Ahrefs
  2. Tentukan beberapa halaman teratas dengan kata kunci yang relevan
  3. Klik “Open In” dan pilih menu “Content Gap”.

Dengan menggunakan tool tersebut, kamu bisa mengetahui berbagai informasi yang diinginkan oleh pengguna internet saat menelusuri Google menggunakan kata kunci itu.

Buat Konten yang Unik

Cara Membuat konten seo yang unik
Konten SEO 3

Jika kamu terlalu terpaku pada peringkat halaman teratas saat membuat konten, kamu akan mendapatkan konten tiruan. Konten seperti ini gagal untuk menonjol dari kerumunan atau menawarkan sesuatu yang unik. Konten jenis ini menjadi masalah dalam SEO karena orang tidak memiliki insentif untuk memberikan tautan padanya. Padahal, keberadaan tautan penting dalam hal penentuan peringkat pada Google. Berikut adalah beberapa cara untuk memecahkan masalah ini:

  • Menyajikan hasil riset asli, bisa dalam bentuk polling, survey, studi, dan lain sebagainya
  • Memberikan perspektif atau opini untuk memberikan sentuhan unik pada kontenmu. Kamu bisa menyertakan opini pribadi, atau berdasarkan pengalaman organisasi, hingga pendapat ahli
  • Membangun dari yang sudah ada. Salah satunya dengan cara memperluas ide inti, menggali topik tersebut lebih dalam, atau memberikan alternatif mengenai masalah yang dibahas.

Buat Konten Berkesan yang Melekat

Orang tidak akan berlama-lama membaca konten yang mereka anggap membingungkan atau sulit dibaca. Ini sudah pasti buruk karena Google menggunakan data interaksi untuk menilai relevansi. Jika pencari meninggalkan kontenmu secepat mungkin, ini tentunya berakibat buruk pada performa SEO situsmu. Untuk membuat kontenmu lebih ‘melekat’ di benak pembaca, ini hal yang perlu kamu lakukan:

  • Gunakan kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti. Sebisa mungkin, hindarilah menggunakan kata-kata yang sulit dipahami orang awam
  • Gunakan media visual seperti gambar atau video di sela-sela paragraf pembahasan
  • Gunakan istilah dan jargon yang umum digunakan oleh pembaca di kehidupan sehari-hari
  • Gunakan ejaan yang benar. Jika perlu, kamu bisa menggunakan tool seperti Grammarly atau Hemmingway untuk memeriksa ejaan pada kontenmu.

Jaga Konten Tetap Fresh

Setiap konten, sebagus apapun itu, akan memiliki masa kadaluwarsa. Ini menjadi masalah jika kamu menargetkan topik yang bergerak cepat. Artinya, kamu harus bekerja keras untuk menjaga kontenmu tetap terbarui agar Google dan pencari senang.

Beberapa kata kunci dan topik memang punya perkembangan yang terbilang kurang stabil dan mengalami naik-turun. Ini terjadi karena topik tersebut menuntut konten yang segar. Saat seseorang mencari informasi mengenai topik tertentu, mereka menginginkan sesuatu yang terkini. Setiap penurunan terjadi ketika konten menjadi basi, dan setiap kenaikan terjadi ketika kamu memperbarui halaman tersebut.

Jika kamu pengguna WordPress, kamu dapat memantau penurunan peringkat dengan plugin SEO WordPress gratis dari Ahrefs. Cukup atur kata kunci target untuk setiap halaman, dan plugin akan memberi tahu kamu jika peringkat mulai merosot. Kamu kemudian dapat menyelidiki apakah ini disebabkan oleh konten yang perlu diperbarui.

Maksimalkan potensi website anda sekarang juga!

Kami siap membantu Anda untuk mengoptimasi berbagai macam keyword populer dan meningkatkan organic traffic dengan harga bersaing melalui Jasa SEO Optimaise.

Mulai Sekarang
Optimaise