Digital MarketingSEO

Kapan Harus Menggunakan Branded vs. Non-Branded Keywords? Ini Penjelasan dan 4 Tipsnya

Tiara Motik

Kapan Harus Menggunakan Branded vs. Non-Branded Keywords Ini Penjelasan dan 4 Tipsnya

Sebagian besar rekomendasi SEO berbicara tentang cara mengoptimalkan keyword yang tidak menyebutkan merek atau brand. Karena salah satu faktor ini, kamu malah menarik pelanggan yang tidak mengetahui bisnismu.

Dengan kata lain, bagaimana cara agar kamu bisa mendapatkan klien yang benar-benar mencari bisnismu? Sudah tentu, kamu juga harus menerapan branded vs. non-branded keywords.

Kedua istilah ini mungkin masih asing bagi kamu. Karena itu, di dalam artikel ini akan dijelaskan apa itu branded vs. non-branded keywords, waktu yang tepat untuk menggunakannya, serta tips untuk memaksimalkan penggunaannya.

Apa itu Branded vs. Non-Branded Keywords?

Apa itu Branded vs. Non-Branded Keywords
Apa itu Branded vs. Non-Branded Keywords

Singkatnya, branded keywords adalah istilah pencarian umum yang tidak menyebutkan merekmu. Sementara itu, non-branded keywords adalah istilah yang menyertakan nama merekmu atau beberapa variasinya.

Berikut ini adalah contoh untuk membedakan antara branded vs. non-branded keywords:

  1. Branded keywords: “iPad”,”Google Ads”,”Adobe Photoshop”.
  2. Non-branded keywords: “tablet”,”platform periklanan”,”software pengeditan gambar”.

Orang yang menggunakan branded keywords biasanya sudah mengenal merekmu. Sementara itu, orang lain mungkin menggunakan keyword yang lebih luas dan tidak bermerek hingga mereka mempersempit pilihan mereka atau mereka menjadi sadar akan merekmu. Di mana perbedaan utamanya terletak pada maksud pengguna (search intent).

Baca juga: Cara Menemukan dan Menggunakan Secondary Keywords Melalui 2 Langkah Praktis

Alasan untuk Menggunakan Branded vs. Non-Branded Keywords

Alasan untuk Menggunakan Branded vs. Non-Branded Keywords
Alasan untuk Menggunakan Branded vs. Non-Branded Keywords

Orang memilih istilah pencarian untuk mencapai apa yang ingin mereka capai. Di mana bisnis dan marketer menggunakan istilah ini untuk mengetahui di mana calon pelanggan berada dalam perjalanan pembelian mereka.

Saat orang menyadari adanya masalah yang perlu diselesaikan, perjalanan pembeli biasanya dimulai. Misalnya, seseorang yang ingin membeli mobil mungkin awalnya melakukan pencarian dengan keyword yang luas, seperti “mobil terbaik untuk keluarga”.

Setelah tahap itu, orang dapat melihat beberapa solusi potensial untuk masalah mereka dan mempertimbangkan pilihan mereka. Mereka akan mencari solusi untuk kebutuhan mereka dengan menggunakan istilah pencarian, seperti “mobil suv terbaik untuk keluarga”.

Akhirnya, mereka yang ingin membeli akan pergi ke tahap pengambilan keputusan. Di sini, mereka menggunakan keyword seperti “perbandingan harga Toyota Rush dan Honda BRV” untuk mencari informasi tentang produk atau merek tertentu.

Keyword yang berubah dari kesadaran ke pertimbangan, lalu ke Keputusan menjadi lebih terfokus dan sering menunjukkan niat untuk membeli. Selain itu, non-branded keywords akan berubah menjadi branded keywords.

Istilah pencarian dipengaruhi oleh maksud pencarian. Ini juga memengaruhi cara perusahaan menargetkan branded keywords dibandingkan dengan non-branded keywords. Jika kamu hanya bergantung pada salah satu, kamu akan berisiko kehilangan beberapa calon pembeli di tahap pembelian.

Untuk menarik pelanggan yang sudah akrab dengan merekmu, gunakan branded keywords. Keywords ini dapat digunakan untuk:

  1. Dalam pengoptimalan SEO, masukkan keyword ke dalam posting blog dan konten lainnya untuk mengatur cerita dan meningkatkan pesan marketingmu.
  2. Sementara itu, di dalam PPC dapat membantu iklanmu dilihat oleh pelanggan yang mencari merekmu. Ini dapat mencegah pesaingmu mendapatkan pelanggan potensial.
  3. Keyword ini sering digunakan untuk meningkatkan visibilitas halaman produk dan layanan di halaman hasil mesin pencari (SERP).
  4. Keyword ini juga sering digunakan di PPC untuk menghubungi pencari yang sudah tahu apa yang mereka inginkan dari merekmu dan siap untuk mendaftar, mengunduh, atau membeli sesuatu.
  5. Dalam SEO, keyword ini digunakan untuk membawa pengunjung ke halaman web tertentu. Misalnya, keyword seperti “kamera mirrorless Fujifilm” dapat membawa pengunjung ke halaman produk yang relevan, sementara keyword seperti “cara setting kamera mirrorless Fujifilm” dapat membawa pengunjung ke postingan blog atau tutorial perusahaan.

Kapan Harus Menerapkan Branded vs. Non-Branded Keywords?

Kapan Harus Menerapkan Branded vs. Non-Branded Keywords?
Kapan Harus Menerapkan Branded vs. Non-Branded Keywords?

Mengetahui kapan harus menggunakan branded dan non-branded keywords bisa menjadi pembeda besar dalam strategi SEO dan PPC merekmu.

Bayangkan seorang pelari yang mencari sepatu baru. Pada awal pencariannya, ia mungkin menggunakan keyword seperti “sepatu lari terbaik untuk pemula” untuk menjelajahi opsi yang ada.

Namun, seiring ia semakin dekat dengan keputusan pembelian, pencariannya menjadi lebih spesifik, seperti “sepatu lari Nike Air Zoom.”

Dengan memahami dinamika ini, kamu dapat menyusun strategi marketing yang tidak hanya menarik perhatian pada tahap awal pencarian tetapi juga mengarahkan calon pelanggan ke merekmu saat mereka siap untuk membeli.

Waktu yang Tepat untuk Menerapkan Branded Keywords

Momen yang tepat untuk menerapkan branded keywords biasanya terjadi pada tahap pertengahan hingga akhir perjalanan pembelian, yakni ketika konsumen sedang membandingkan produk spesifik dan siap untuk membuat keputusan akhir.

Secara rinci, ini adalah waktu tepat untuk menerapkan branded keywords:

  1. Sering kali, orang yang mencari kata kunci bermerek berada di bagian bawah funnel. Di mana biasanya mereka menginginkan barang atau data tertentu. Untuk meningkatkan konversi, manfaatkan minat pembelian tinggi mereka.
  2. Ajukan penawaran pada branded keywords untuk situasi seperti peluncuran produk baru. Ini dapat membantu dalam pembentukan narasi dan menarik perhatian awal.
  3. Untuk mencegah calon pelanggan, pesaing mungkin menawarkan istilahmu. Untuk tetap berada di puncak SERP saat pengguna mencari kamu secara langsung, kontrol branded vs. non-branded keywords bisnismu secara aktif.
  4. Pastikan pelangganmu mendapatkan informasi yang akurat dan konsisten tentang merekmu saat mencari informasi tentangnya. Tingkatkan landing page untuk menyesuaikan konten, menampilkan pesan marketing, dan membuat pengalaman merek yang konsisten.

Ini adalah beberapa contoh penerapannya di dalam SEO:

  1. Pastikan halaman produk dan layanan dioptimalkan dengan kata kunci bermerek yang tepat, misalnya, “spesifikasi iPhone 15 Pro”. Ini memudahkan pengguna yang sudah tahu apa yang mereka cari untuk menemukannya di situs webmu dengan cepat.
  2. Buat konten tentang penawaranmu dengan branded keywords yang spesifik, misalnya, “panduan fotografi menggunakan iPhone 15 Pro”. Ini akan membantu mengedukasi pengguna yang sudah familiar dengan merekmu, sekaligus menarik perhatian mereka yang sedang mencari pilihan produk.

Sementara itu, ini adalah beberapa contoh penerapan branded keywords di dalam PPC:

  1. Untuk mencegah pesaingmu mengungguli kamu di dalam penelusuran yang terkait langsung dengan perusahaanmu, tawarkan penawaran pada istilah merekmu.
  2. Tawarkan pada keyword yang mencakup merek pesaingmu untuk menarik pengguna yang sedang mempertimbangkan opsi lain. Misalnya, jika kamu adalah Apple, maka gunakan keyword seperti “perbandingan Samsung Galaxy S24 Ultra” untuk menarik perhatian calon pelanggan yang mungkin sedang mempertimbangkan produk Samsung.

Waktu yang Tepat untuk Menerapkan Non-Branded Keywords

Non-branded keywords aling efektif digunakan pada tahap awal perjalanan pembelian ketika calon pelanggan sedang melakukan penelusuran luas untuk menemukan solusi yang tepat bagi kebutuhan mereka, seperti di dalam penjelasan berikut ini:

  1. Kamu dapat terhubung dengan pengguna yang mencari informasi tentang produkmu. Metode ini dapat meningkatkan visibilitas onlinemu karena orang-orang yang menggunakan keyword ini mungkin belum tahu merekmu.
  2. Menyediakan konten yang berharga dan informatif yang membahas masalah, masalah, dan kebutuhan yang umum di industrimu dapat menjadikan merekmu sebagai sumber yang kredibel dan bermanfaat.
  3. Kamu dapat menarik pelanggan yang aktif mencari solusi yang kamu tawarkan. Gunakan konten yang ditargetkan, ajakan bertindak yang jelas, dan strategi perolehan prospek untuk mengonversi pengunjung ke situs webmu.
  4. Kamu dapat melibatkan konsumen yang sedang dalam fase awareness dan pertimbangan, sehingga kamu dapat membantu mereka melalui tahap awal perjalanan pembelian mereka.

Berikut ini adalah beberapa contoh penerapan non-branded keywords di dalam SEO:

  1. Posting blog informasional yang menjawab pertanyaan umum tentang industrimu. Contohnya, “Apakah sepeda gunung bisa dijadikan sepeda road bike?”
  2. Ciptakan konten yang mencakup topik yang relevan, misalnya, “Panduan untuk membersihkan sepeda gunung”.

Sementara itu, ini adalah penerapan non-branded keywords di dalam PPC:

  1. Fokuskan penawaranmu pada keyword yang relevan seperti, “Sepeda gunung”.
  2. Fokus pada keyword yang menunjukkan masalah atau kebutuhan tertentu. Contohnya, “cara memilih sepeda gunung”.

Tips Menggabungkan Branded dan Non-Branded Keywords dalam SEO

Tips Menggabungkan Branded dan Non-Branded Keywords dalam SEO
Tips Menggabungkan Branded dan Non-Branded Keywords dalam SEO

Dalam pengoptimalan SEO, penggunaan branded dan non-branded keywods merupakan teknik yang dapat membantu kamu dalam meningkatkan visibilitas konten dan membuatnya lebih relevan bagi pengguna.

Dengan memadukan kedua jenis keywords ini secara strategis, kamu tidak hanya membuat pencarian barang dan jasamu lebih mudah bagi pengguna, tetapi kamu juga dapat meningkatkan otoritas situs webmu di dalam hasil pencarian mesin pencari. Karena itu, kamu mungkin membutuhkan beberapa tips ini.

Lakukan Riset Keyword untuk Keduanya

Lakukan Riset Keyword untuk Keduanya
Lakukan Riset Keyword untuk Keduanya

Untuk menarik prospek baru dan menjangkau pelanggan yang sudah akrab dengan merekmu, kamu mungkin ingin memadukan branded dan non-branded keywords di dalam kampanye SEO dan PPC.

Langakh pertama yang harus kamu lalui adalah dengan menemukan keyword. Untuk melakukan ini, gunakan Keyword Magic Tool Semrush untuk menciptakan daftar yang mencakup semua jenis keyword. Ini caranya:

  1. Mulailah dengan memasukkan keyword umum yang relevan ke dalam kotak pencarian. Misalnya, kamu bisa mencari “smartphone” untuk menemukan variasi.
  2. Kemudian, klik “Search“. Ini akan menghasilkan daftar keyword terkait yang dapat kamu eksplorasi lebih lanjut.
  3. Lihatlah kolom “Intent” yang menampilkan simbol warna untuk memahami maksud pencarian pengguna. Fokuskan perhatianmu pada branded keywords, seperti “smartphone Samsung,” dan non-branded keywords, seperti “smartphone terbaik”.
  4. Di kolom “Include keywords“, tambahkan nama merek atau produk spesifik yang kamu tawarkan. Ini membantu dalam memfilter dan mengumpulkan keyword yang berkaitan dengan merekmu.
  5. Centang kotak di samping keyword yang ingin kamu targetkan untuk kampanye SEO atau PPC milikmu. Ini membantu menyusun daftar yang sesuai dengan tujuan marketingmu.
  6. Setelah memilih keyword yang relevan, klik tombol “+ Add to keyword list” untuk menyimpan daftarmu. Kamu dapat membuat daftar kosong baru dengan memberikan nama dan menyimpannya dengan mengklik tanda centang.
  7. Klik ikon ekspor dan pilih opsi “Selected” untuk mengekspor daftar keyword yang kamu pilih. Pilih format file yang kamu inginkan, seperti CSV atau XLSX untuk mempermudah analisis dan penggunaan lebih lanjut.

Untuk meningkatkan visibilitas dan menarik trafik yang ditargetkan, masukkan keyword ke dalam konten situs web dan strategi SEO merekmu.

Sampaikan Pesan yang Konsisten di Seluruh Saluran Pemasaran

Sampaikan Pesan yang Konsisten di Seluruh Saluran Pemasaran
Sampaikan Pesan yang Konsisten di Seluruh Saluran Pemasaran

Pesan yang konsisten di semua saluran mengacu pada penggunaan nada, gaya, dan keyword yang seragam di dalam semua bentuk konten yang kamu produksi, baik itu situs web, iklan, atau media sosial.

Ini bertujuan untuk membangun pengalaman merek yang terpadu bagi pengguna, sehingga mereka dapat dengan mudah mengidentifikasi dan mengingat merekmu di berbagai platform.

Dengan menyampaikan pesan yang seragam, kamu tidak hanya memperkuat identitas merekmu tetapi juga meningkatkan kesan keseluruhan yang konsisten dan profesional.

Ini membantu kamu dalam menciptakan hubungan yang lebih kuat dengan audiensmu, terlepas dari di mana mereka menemukan atau berinteraksi dengan merekmu.

Baca juga: Cara Melakukan Analisis Keyword Gap dalam 7 Langkah yang Strategis

Lacak Kinerja Keyword

Lacak Kinerja Keyword
Lacak Kinerja Keyword

Dengan melakukan analisis rutin, kamu dapat mengidentifikasi perubahan di dalam kondisi pasar dan preferensi pengguna.

Kamu juga dapat mengetahui halaman mana yang paling sering dikunjungi dan keyword apa yang membawa pengunjung ke situs webmu. Selain itu, kamu bisa membandingkan kinerjamu dengan pesaing yang menargetkan keyword yang sama.

Lakukan evaluasi kemajuanmu dari minggu ke minggu, bulan ke bulan, atau dalam rentang waktu yang kamu tentukan. Ini membantu kamu mengoptimalkan strategi SEO, menyesuaikan pendekatan untuk mencapai tujuan bisnismu, dan memantau perkembangan kompetitif di pasar.

Terapkan Promosi Silang

Terapkan Promosi Silang
Terapkan Promosi Silang

Promosi silang seperti memasang brosur bisnismu di seluruh kota dapat membantu kamu menjadi lebih dikenal dan menyebarkan berita tentang kontenmu.

Ini adalah beberapa upaya yang bisa kamu lakukan:

  1. Berbagi postingan blogmu di platform media sosial.
  2. Dalam buletin emailmu, tambahkan tautan ke situs web yang relevan.
  3. Bergabunglah dalam diskusi di forum online dengan memasukkan topik yang kamu tawarkan.

Sekarang kamu sudah tahu branded vs. non-branded keywords. Sangat penting untuk menerapkan keduanya demi menjangkau audiens targetmu di setiap langkah perjalanan pembelian mereka.

Dengan dukungan dari tim berpengalaman di Optimaise, kamu dapat mengoptimalkan strategi SEO bisnismu dengan lebih efektif. Kami tidak hanya menyediakan layanan audit yang canggih untuk mengoptimalkan kinerja SEO bisnismu, tetapi juga menawarkan analisis yang mendalam untuk menyesuaikan strategimu dengan perubahan pasar dan perilaku pengguna melalui jasa SEO yang kamu tawarkan.

Jangan ragu untuk menghubungi Optimaise hari ini dan temukan bagaimana kami dapat membantu meningkatkan visibilitas situs web bisnismu!

Baca Juga

Optimaise