SEODigital Marketing

Memahami SEO ROI dan 3 Langkah Demi Langkah Menghitungnya

Tiara Motik

Memahami SEO ROI dan 3 Langkah Demi Langkah Menghitungnya

Sebagai seorang SEO Specialist yang bekerja di sebuah perusahaan rasanya sangat tidak mengenakkan jika dihadapkan dengan kondisi di mana keahliannya terasa diragukan. Terutama dalam konteks pertentangan anggaran, dapat menjadi pengalaman yang menantang dan tidak menyenangkan.

Karena itu, mengerti konsep ROI atau Return on Investment dari SEO bukan hanya penting bagi seorang SEO Specialist dan agensi, tapi juga bagi pemilik bisnis.

Bisa dibilang SEO ROI adalah cara untuk mengukur nilai bisnis dari upaya SEO dibandingkan dengan biayanya. Dengan kata lain, seberapa besar dampak positif yang dihasilkan oleh setiap rupiah yang diinvestasikan dalam strategi SEO.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi secara mendalam mengenai pentingnya ROI SEO. Dengan memahami dan mampu menghitung ROI dapat membantu meluruskan keraguan terhadap strategi SEO yang diterapkan.

Apa itu SEO ROI?

Apa itu SEO ROI?
Apa itu SEO ROI?

SEO ROI adalah ukuran seberapa besar pendapatan yang dihasilkan oleh upaya SEO suatu bisnis dibandingkan dengan biayanya.

Ini sangat penting bagi konsultan atau manajer SEO, karena membantu menghubungkan aktivitas SEO dengan tujuan bisnis.

Konsepnya sederhana, yakni jika pendapatan yang dihasilkan dari strategi SEO lebih besar daripada biayanya maka kamu mendapatkan laba atas investasi yang positif.

Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa SEO bukanlah solusi instan, melihat hasil SEO yang signifikan membutuhkan waktu.

Meskipun rumit, mengukur SEO ROI merupakan KPI atau Key Performance Indicator yang penting.

Menurut laporan Statista, sejak tahun 2008, pengeluaran untuk SEO meningkat lebih dari 7 kali lipat, mencapai hampir 80 miliar dollar pada tahun 2020. Ini menunjukkan betapa pentingnya SEO dalam strategi pemasaran.

Mengapa SEO ROI Penting?

Mengapa SEO ROI Penting?
Mengapa SEO ROI Penting?

Setiap pelanggan online memiliki maksud pencarian atau apa yang ingin mereka cari. Untuk mencapai keberhasilan tentunya memerlukan strategi SEO yang memahami maksud pencarian para pengguna dan memberikan informasi yang sesuai.

Sebagian besar bisnis mengarahkan sekitar 53% dari seluruh traffic melalui hasil organic search di SERP. Bahkan, hampir setiap proses pembelian saat ini melibatkan organic search dalam berbagai bentuknya.

Dengan demikian, memahami nilai keuntungan yang diperoleh melalui upaya SEO menjadi sangat penting bagi kelangsungan bisnismu.

Jika kamu tidak tahu seberapa banyak uang yang dihasilkan dari setiap rupiah yang kamu investasikan dalam SEO maka akan sulit menilai keberhasilan dan kegagalan strategimu.

Baca juga: Sudah Tahu Thin Content? Ketahui Pengertian dan 3 Tips Mengatasinya

Meskipun penting untuk melacak berbagai indikator kinerja SEO, ukuran utama dari keberhasilan finansial adalah ROI positif.

Kalau kamu dapat membuktikan bahwa hasil yang kamu dapatkan dari investasi SEO melebihi biayanya, kamu dapat lebih mudah meyakinkan semua pihak yang terlibat bahwa upaya SEO sukses.

Berapa Rata-rata SEO ROI yang Bagus?

Berapa Rata-rata SEO ROI yang Bagus?
Berapa Rata-rata SEO ROI yang Bagus?

Pertanyaan yang sering kali muncul saat berbicara tentang SEO ROI adalah “Berapa rata-rata ROI yang dianggap bagus untuk SEO?”, Padahal jawabannya tidaklah sesederhana itu.

Implementasi SEO dapat menghasilkan ROI yang tinggi. Namun, nilai ROI yang baik dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti struktur situs SEO, kualitas, tingkat persaingan industri, dan elemen lainnya. Apalagi, setiap industri berbeda.

Misalnya, SEO ROI untuk situs e-commerce berbeda dengan bisnis konsultasi, karena jalur penjualan dan konversinya berbeda. Situs e-commerce dapat melacak penjualan secara langsung, sementara perusahaan konsultasi lebih fokus pada mendapatkan prospek.

Baca juga: Kenali Istilah SEO Outreach dan 7 Tips Implementasinya

Bahkan antara situs web e-commerce, perbandingan bisa rumit karena perbedaan harga, demografi pelanggan, dan siklus penjualan.

Bagaimana Cara Memperkirakan SEO ROI?

Bagaimana Cara Memperkirakan SEO ROI?
Bagaimana Cara Memperkirakan SEO ROI?

Baik kamu saat ini tengah bekerja sendiri atau bekerja di sebuah agensi, proyeksi mengenai pertumbuhan dan pendapatan yang diharapkan dari strategi SEO menjadi suatu hal penting.

Mengapa memperkirakan SEO ROI itu penting? Ini karena dapat membantumu dalam mengatur sumber daya dengan lebih efisien, menetapkan prioritas untuk berbagai upaya SEO, dan membuat penyesuaian berdasarkan evaluasi kinerja.

Untuk memulai, pertimbangkan aspek-aspek, seperti bagaimana situs webmu telah tampil di mesin pencari selama periode sebelumnya, evaluasi potensi traffic yang dapat dihasilkan oleh strategi SEO, dan meninjau the average website conversion rate.

Untuk melihat seberapa baik performa situs webmu dalam SEO, sambungkan URL situsmu ke alat Domain Overview milik Semrush, berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Buka tab “Compare domains” dan tambahkan empat pesaing teratas situsmu. Ini membantu kamu membandingkan seberapa baik situsmu berkinerja dibandingkan dengan pesaing.
  2. Lihat grafik tren trafik bulanan di bagian bawah. kamu dapat beralih antara “Organic” dan “Paid” untuk melihat apakah pesaing mengarahkan traffic melalui iklan berbayar atau PPC (Pay-Per-Click). Perhatikan dua kotak penting:
    • Top Opportunities” berisi keyword yang bisa menjadi bahan kontenmu.
    • Keyword Overlap” menunjukkan keyword bersamaan dengan pesaing, menunjukkan hubungan antara organic traffic dan konten dalam industrimu.
  3. Gunakan Traffic Analytics tool untuk menilai potensi traffic. Tambahkan empat pesaing teratasmu untuk melihat tren kunjungan keseluruhan, bounce rate, durasi kunjungan, dan lainnya. Catat perubahan kinerja traffic per kuartal.
  4. Buka tab “Top Pages” untuk mengetahui halaman mana yang mendapatkan traffic tertinggi. Klik “Show Insights” untuk mengetahui halaman dengan traffic yang meningkat atau menurun. Perhatikan perubahan musiman, khususnya per kuartal.
  5. Lihat bagaimana kinerja organic traffic situsmu dibandingkan dengan pesaing. Temukan tren yang dapat membantumu meramalkan perubahan di masa depan.

Setelah mengumpulkan semua data ini, buat hipotesis mengenai aktivitas SEO apa yang dapat menghasilkan hasil terbaik dan berapa banyak konversi yang mungkin dihasilkan. Pikirkan tentang bagaimana langkah-langkah SEO tertentu dapat berkontribusi pada pendapatan.

Cara Menghitung SEO ROI

Cara Menghitung SEO ROI
Cara Menghitung SEO ROI

Seperti yang telah kita ketahu bahwa mengukur ROI dari upaya SEO merupakan langkah penting bagi setiap pemilik bisnis dan seorang digital marketer.

Cara menghitung ROI SEO tidak hanya relevan untuk konsultan atau manajer SEO, tetapi juga menjadi fokus bagi pemilik bisnis yang ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan dalam optimasi mesin pencari menghasilkan hasil yang signifikan.

Mari kita telusuri langkah-langkah dan pentingnya pengukuran ROI SEO untuk memandu keputusan yang lebih cerdas dan efisien dalam mengelola kampanye SEO bisnismu.

Hitung SEO Investment

Hitung SEO Investment
Hitung SEO Investment

Langkah pertama dalam mengukur ROI SEO adalah menghitung total biaya investasi yang telah kamu keluarkan. Untuk melakukannya, identifikasi dan tambahkan semua biaya terkait dengan kegiatan SEO. Ini dapat mencakup berbagai elemen, seperti:

  1. Sumber Daya SEO Internal
    • Ini mencakup biaya untuk karyawan internal yang bekerja secara penuh waktu pada proyek SEO. Jika ada anggota tim yang hanya bekerja sebagian waktu pada tugas SEO, rinci biaya mereka berdasarkan tarif per jam atau harian. Pastikan untuk melacak waktu yang dihabiskan untuk tugas SEO dan tambahkan ke dalam perhitungan.
  2. Pekerja Lepas dan Agensi
    • Jika kamu menggunakan jasa agensi SEO atau pekerja lepas, tambahkan biaya bulanan atau retainer yang kamu bayar kepada mereka. Retainer umumnya melibatkan biaya bulanan tetap, sehingga ini menjadi bagian penting dari investasi.
  3. Tools
    • Jangan lupakan biaya SEO tools yang mungkin kamu gunakan, seperti SEMrush, Ahrefs, Ubbersuggest, atau alat lainnya. Ambil biaya bulanan dan masukkan ke dalam perhitunganmu. Jika ada alat yang digunakan bersama dengan departemen lain, pertimbangkan untuk menghitung sebagian dari biayanya.

Setelah mengidentifikasi dan menjumlahkan semua biaya ini, kamu akan mendapatkan total biaya investasi SEO. Penting untuk mencatat bahwa biaya ini mungkin bervariasi setiap bulan, dan itu normal. Saat kamu terus mengukur ROI SEO, perhatikan perubahan ini untuk memahami dampaknya terhadap hasil investasimu.

Baca juga: Apa itu Domain Authority? Terapkan 7 Strategi Jangka Panjang untuk Meningkatkannya

Lacak dan Analisis Konversi

Lacak dan Analisis Konversi
Lacak dan Analisis Konversi

Langkah berikutnya adalah melacak dan mengukur nilai dari setiap konversi. Untuk melakukannya, kamu akan membutuhkan alat seperti Google Analytics atau alat serupa yang dapat membantumu dengan cepat dan mudah mengukur pendapatan yang berasal dari hasil penelusuran organik.

Namun, penting untuk dicatat bahwa jenis konversi yang kamu lacak dan nilai yang kamu tetapkan akan bervariasi tergantung pada jenis bisnismu. Berikut adalah dua contoh pendekatan yang berbeda.

Lacak Conversion Value E-Commerce

Lacak Conversion Value E-Commerce
Lacak Conversion Value E-Commerce

Untuk mulai mengumpulkan data konversi di toko onlinemu, langkah pertama adalah menambahkan peristiwa e-commerce ke situs web menggunakan Google Tag Manager. Jika kamu belum melakukannya, kamu bisa mengikuti petunjuk yang disediakan oleh Google.

  1. Masuk ke akun Google Analytics dan buka bagian “Reports“. Navigasikan ke “Monetization” dan pilih “Ecommerce purchases“.
  2. Klik opsi “Add filter” dan pilih dimensi “Source Medium“. Tetapkan nilai dimensi sebagai “Google / organic“. Klik “Apply” untuk menerapkan filter ini.
  3. Setelah menerapkan filter, kamu akan melihat laporan yang disaring hanya untuk traffic organik dari Google. Klik ikon “Insights” di bagian kanan atas laporan untuk melihat total pendapatan atau nilai konversi untuk periode waktu tertentu.

Lacak Lead Generation Conversion Value

Melacak konversi bisa lebih menantang jika bisnismu tidak menjual produk secara langsung di situs web. Untuk mengukur kesuksesannya, kamu perlu menentukan nilai konversi untuk tindakan tertentu, seperti pengisian formulir atau pendaftaran uji coba. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Akses bagian “Admin” di Google Analytics, lalu pilih “Events“. Klik “Create event” untuk setiap tindakan konversi yang ingin kamu lacak, seperti pengiriman formulir.
  2. Pertama, beri nama pada events seperti “Pengiriman Formulir“. Pilih “Parameter“, “Operator“, dan “Value” yang relevan untuk membedakan konversimu di bawah “Existing events“.
  3. Aktifkan tombol “Mark as conversion” agar peristiwa tersebut dianggap sebagai konversi, dan kamu dapat melihatnya di tab “Conversions“.
  4. Pergi ke acara yang telah kamu buat, lalu di bagian “Parameter configuration“, klik “Add modification“. Di kolom “Parameter“, masukkan jenis mata uang (contohnya, EUR) dan nilai (contohnya, “50” untuk 50 euro). Klik “Save“.
  5. Setelah menetapkan nilai, kamu dapat menggunakan rumus sederhana untuk menghitung nilai konversi. Nilai seumur hidup pelanggan (LTV) dikalikan dengan tingkat konversi prospek. Misalnya, jika LTV pelanggan rata-rata adalah $20.000 dan tingkat konversi adalah 15%, nilai konversi yang ditetapkan adalah $3.000.

Langkah-langkah ini membantumu mengaitkan nilai moneter pada tindakan konversi yang tidak langsung terkait dengan penjualan sehingga memberikan landasan untuk mengukur keberhasilan kampanye SEO dari perspektif keuangan.

Kalkulasikan ROI

Setelah kamu memiliki data yang diperlukan, menghitung Return on Investment (ROI) dari kampanye SEO menjadi cukup sederhana.

Dasarnya, kita menghitung ROI SEO dengan membagi keuntungan yang dihasilkan oleh SEO dengan biaya yang telah dikeluarkan untuk SEO itu sendiri. Rumusnya seperti ini:

Kalkulasikan ROI
Kalkulasikan ROI

Misalnya, dalam satu bulan, kampanye SEO menghasilkan pendapatan sebesar $200.000, dan biaya investasinya adalah $40.000. Masukkan angka-angka ini ke dalam rumus:

Contoh Menghitung ROI
Contoh Menghitung ROI

Artinya, untuk setiap $1 yang kamu belanjakan untuk SEO, kamu mendapatkan keuntungan sebesar $4. Dengan kata lain, ROI adalah 400%, yang dapat dihitung dengan mengalikan hasil sebelumnya dengan 100 untuk mendapatkan persentase.

Ini berarti bahwa investasi SEO memberikan keuntungan sebanyak empat kali lipat dari biaya yang kamu keluarkan. Kamu dapat menggunakan rumus ini untuk mengukur ROI kampanye SEO untuk periode waktu tertentu selama kamu memiliki data biaya dan pendapatan yang akurat.

Dengan mengukur SEO ROI, kamu dapat memahami nilai sebenarnya dari upaya pemasaran onlinemu. Ini bukan hanya tentang peringkat pencarian atau peningkatan traffic, tapi juga tentang bagaimana investasi tersebut memberikan kontribusi langsung pada keuntungan bisnismu.

Seiring dengan semakin meningkatnya peran organic search dalam mengarahkan traffic dan konversi, pemahaman terhadap SEO ROI menjadi semakin penting. Jangan ragu untuk menjelajahi potensi jasa SEO yang disediakan oleh Optimaise. Hubungi kami hari ini untuk mendiskusikan bagaimana kami dapat membantumu merencanakan strategi SEO bisnismu!

Baca Juga

Optimaise