Digital MarketingSEO

Optimalkan Strategi SEO Melalui 3 Fungsi dari Google Keyword Planner Ini

Tiara Motik

Optimalkan Strategi SEO Melalui 3 Fungsi dari Google keyword Planner Ini

Google Keyword Planner adalah alat yang dapat membantumu menemukan keyword baru dan melihat seberapa populer keyword tersebut di dalam pencarian online.

Kamu bisa melihat perkiraan jumlah pencarian bulanan untuk setiap keyword dan juga Cost per Click (CPC) jika kamu memutuskan untuk menggunakan keyword tersebut untuk iklan.

Meskipun dirancang untuk membantu dalam periklanan berbayar di Google, kamu juga bisa memanfaatkannya untuk strategi SEO.

Di dalam artikel ini kami akan menunjukkan beberapa fungsi dari Google Keyword Planner dan bagaimana kamu dapat menggunakannya untuk meningkatkan strategi SEO dan PPC.

Fungsi dari Google keyword Planner

Fungsi dari Google keyword Planner
Fungsi dari Google keyword Planner

Google Keyword Planner merupakan alat canggih yang sering digunakan oleh pakar SEO dan PPC. Alat ini menyediakan informasi penting yang sulit ditemukan di alat lain.

Google Keyword Planner memiliki tiga fungsi utama yang memungkinkan pengguna untuk menargetkan bahasa atau negara tertentu, serta bekerja dengan negative keyword.

Fungsi dari Google keyword Planner untuk Mencari Keyword Baru

Dengan fitur pencarian keyword baru, pengguna dapat menghasilkan ide keyword dengan mudah. Mereka dapat memasukkan beberapa keyword atau kategori produk, ataupun menggunakan URL sebagai referensi.

Pengguna juga dapat menggunakan filter untuk menyaring keyword berdasarkan kriteria tertentu, seperti traffic yang dihasilkan atau biaya klik yang tinggi.

Baca juga: 5 Peran Utama Keyword dalam SEO yang Berkelanjutan

Filter tambahannya memungkinkan pengguna untuk mengelompokkan keyword lebih lanjut. Misalnya untuk memilah keyword yang memiliki sedikit traffic atau memerlukan biaya klik yang tinggi.

Fungsi dari Google keyword Planner dalam Menentukan Search Volume dan Tren

Dalam menentukan volume dan tren pencarian keyword, kamu dapat melihat seberapa banyak orang yang tengah mencari grup keyword atau keyword individual.

Google Keyword Planner juga memberikan informasi tentang seberapa besar persaingan untuk setiap kata kunci dan rata-rata Cost per Click (CPC).

Pengguna dapat memasukkan hingga 1.000 keyword atau mengunggah daftar yang lebih besar hingga 10.000 kata. Melalui informasi ini, pengguna dapat membuat atau melengkapi grup iklan dengan keyword yang relevan.

Fungsi ini sangat berguna dalam menemukan keyword yang relevan di dalam SEO atau menganalisis keyword pesaing.

Search volume yang ada menunjukkan seberapa sering keyword dicari setiap bulan, sementara tingkat persaingan memberikan informasi tentang seberapa sengit persaingan untuk keyword tersebut.

Fungsi dari Google keyword Planner untuk Mengalikan Daftar Keyword

Fungsi dari Google Keyword Planner ini memungkinkan kamu untuk menggabungkan beberapa keyword menjadi keyword majemuk.

Misalnya, dengan menggabungkan “beli” dan “sepatu” menjadi “beli sepatu”, “beli sepatu bot”, dan sebagainya. Ini membantu menemukan keyword yang lebih spesifik dan panjang yang disebut long-tail keyword.

Meskipun kamu bisa menggabungkan beberapa daftar keyword, namun hanya ada batasan hingga maksimal 1.000 kombinasi yang dapat dihasilkan.

Perbedaan antara Google Trends dan Keyword Planner
Perbedaan antara Google Trends dan Keyword Planner

Google Trends dan Google Keyword Planner adalah dua alat yang berbeda namun sering digunakan dalam strategi digital marketing. Kesamaan keduanya terletak pada kegunaannya, mereka dapat digunakan untuk melakukan riset keyword.

Meskipun begitu, dari antarmuka dan kegunaan lainnya, Google Trends tidak sekompleks Google Keyword Planner.

Google Trends sendiri dapat memberikan informasi tentang seberapa sering istilah tertentu dicari dalam periode waktu tertentu di berbagai wilayah geografis.

Di mana alat ini membantu pengguna melihat tren pencarian seiring waktu dan membandingkan popularitas beberapa keyword. Google Trends juga memungkinkan pengguna untuk membandingkan beberapa istilah pencarian, melihat tren geografis, serta tren terkait dan keyword terkait.

Di sisi lain, Google Keyword Planner adalah alat yang dirancang untuk membantu pengguna merencanakan kampanye iklan Google Ads. Alat ini menyediakan informasi tentang keyword yang relevan untuk produk atau layanan tertentu, termasuk perkiraan search volume bulanan, tingkat persaingan, dan rata-rata CPC.

Cara Menggunakan Google Keyword Planner

Cara Menggunakan Google Keyword Planner
Cara Menggunakan Google Keyword Planner

Meskipun Google Keyword Planner dirancang untuk iklan berbayar, tapi banyak marketer juga menggunakannya untuk riset keyword dalam strategi SEO.

Dengan menyediakan data tentang keyword yang relevan beserta search volume, kamu dapat mengarahkan strategi SEO dan PPC dengan lebih efektif. Langkah pertama adalah memahami bagaimana menggunakan alat ini secara optimal.

Dalam uraian berikut ini, kita akan membahas langkah-langkah praktis untuk menggunakan Google Keyword Planner dan bagaimana kamu dapat mengambil manfaat maksimal dari fitur-fitur yang ditawarkannya.

Cara Menyiapkan Google Keyword Planner

Untuk menggunakan Google Keyword Planner, kamu perlu memiliki akun Google Ads. Berikut adalah langkah-langkah singkat untuk menyiapkan akun Google Ads secara gratis:

  1. Buka Google Ads dan klik “Start now“. Masuk dengan akun Google atau buat akun baru jika kamu belum memiliki satu.
  2. Setelah masuk, klik “Switch to Expert Mode” untuk membuat akun tanpa membuat kampanye iklan.
  3. Pilih opsi “Create an account without a campaign” di layar berikutnya.
  4. Pilih negara penagihan, zona waktu, dan mata uangmu, lalu klik “Submit“.
  5. Setelah konfirmasi, klik “Explore your account” untuk mengakses akun Google Ads.
  6. Pada bilah menu, klik “Tools and settings” dan pilih “Keyword Planner” di bawah kolom “Planning.”

Sekarang kamu siap menggunakan Google Keyword Planner untuk riset keyword.

Cara Menggunakan Google Keyword Planner untuk Menemukan Kata Kunci yang Relevan

Untuk menargetkan keyword yang sangat relevan dan mendapatkan peringkat lebih tinggi dalam hasil pencarian, kamu perlu menyempurnakan daftar ide keyword dengan menyaring keyword yang tidak relevan.

Misalnya, jika kamu memiliki toko online yang menjual sepatu lari dan ingin mencari ide keyword terkait, kamu dapat menggunakan fitur “Refine keywords” untuk menyaring keyword yang tidak relevan, seperti merek yang tidak kamu jual.

  1. Di sebelah kanan, kamu akan melihat kolom “Refine keywords“.
    • Misalnya, jika kamu hanya ingin menargetkan merek Nike, kamu dapat mengetik “Nike” di kolom ini.
  2. Untuk menyempurnakan daftarmu lebih lanjut, klik “Add filter“. Kamu akan melihat daftar drop-down dengan berbagai opsi filter.
    • Misalnya, kamu dapat memilih “Keyword“, “contains“, dan mengetik “trail” jika kamu hanya ingin melihat sepatu lari untuk trail.
  3. Setelah menambahkan filter, klik “Apply” untuk menerapkan filtermu.

Dengan Google Keyword Planner kamu dapat menambahkan atau mengurangi filter lain untuk menyempurnakan daftar keyword lebih lanjut.

Dengan cara ini, kamu dapat memiliki daftar ide keyword yang lebih spesifik dan relevan untuk mencapai audiens idealmu.

Baca juga: Ketahui Perbedaan antara SEO dan SEM Melalui 2 Hal Ini

Cara Menggunakan Google Keyword Planner untuk Menemukan Long-tail Keyword

Long-tail keyword adalah kata kunci yang lebih panjang dan spesifik dengan search volume yang biasanya rendah dan persaingan yang rendah pula.

Meskipun search volume mereka rendah, keyword ini bisa sangat berharga karena orang yang mencarinya cenderung sudah memiliki niat yang jelas, seperti orang yang mencari merek dan model sepatu tertentu.

Sebaliknya, keyword yang lebih umum dan memiliki search volume tinggi, seperti “sepatu lari”, mungkin menarik lebih banyak traffic, tetapi kemungkinan besar pengguna belum memutuskan apa yang mereka inginkan.

Cara mencari long-tail keyword di Google Keyword Planner dengan mengurutkan keyword dari rendah ke tinggi, kamu bisa menemukan keyword yang sangat spesifik dan berpotensi memberikan traffic yang lebih terfokus.

Dengan Google Keyword Planner, kamu dapat menemukan kata kunci yang sangat relevan, menilai volume pencarian dan tingkat persaingan, serta menyempurnakan strategi pemasaran onlinemu.

Namun, penggunaan alat ini juga memerlukan pemahaman yang baik tentang cara kerjanya dan interpretasi data yang diberikan. Jika kamu memerlukan bantuan dalam mengoptimalkan strategi SEO bisnismu, Optimaise dapat menjadi solusi yang tepat.

Sebagai penyedia jasa SEO yang berpengalaman, Optimaise dapat membantumu memahami data dari berbagai alat dengan lebih baik, serta menyusun strategi SEO untuk meningkatkan visibilitas situs webmu.

Baca Juga

Optimaise