TipsEdukasi

10 Contoh Soal Mikrometer Sekrup Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasannya

Tiara Motik

10 Contoh Soal Mikrometer Sekrup Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasannya

Mikrometer sekrup adalah salah satu alat ukur presisi yang sering digunakan untuk mengukur ketebalan, diameter, atau panjang suatu objek dengan tingkat akurasi tinggi.

Alat tersebut menjadi pilihan utama dalam dunia teknik dan sains karena kemampuannya mengukur hingga seperseratus milimeter. Tapi, memahami cara penggunaannya tidak cukup hanya dengan teori, diperlukan latihan melalui berbagai contoh soal untuk menguasainya.

Dalam artikel ini, kami menyajikan beberapa contoh soal mikrometer sekrup lengkap dengan jawaban dan pembahasannya, dirancang untuk membantu kamu memahami prinsip kerja alat ini sekaligus meningkatkan keterampilan pengukuranmu.

Mikrometer Sekrup dan Fungsinya

Mikrometer Sekrup dan Fungsinya
Mikrometer Sekrup dan Fungsinya

Mikrometer sekrup adalah alat ukur presisi yang dirancang untuk mengukur dimensi kecil dengan sangat akurat. Alat ini sering digunakan untuk mengukur diameter kawat tipis, ketebalan lembaran kertas, atau ukuran benda kecil berbentuk bulat atau silinder.

Mikrometer sekrup menjadi alat penting dalam berbagai bidang, seperti fisika, teknik, dan industri karena kemampuannya memberikan hasil pengukuran yang tepat.

Prinsip kerja mikrometer sekrup didasarkan pada mekanisme ulir atau sekrup. Alat ini memiliki rangka berbentuk U dengan spindel berulir dan landasan. Objek yang akan diukur ditempatkan di antara spindel dan landasan. Untuk menggerakkan spindel, pengguna memutar bagian bidal atau kenop ratchet hingga spindel dan landasan menyentuh objek dengan lembut.

Hasil pengukuran diperoleh dari dua skala yang ada pada alat ini, yaitu skala utama pada selongsong dan skala putar pada bidal. Skala utama biasanya menunjukkan angka dalam milimeter, sementara skala putar dibagi menjadi 50 atau 100 bagian kecil. Ketika bidal diputar, spindel bergerak mendekat atau menjauh dari objek, dan pengguna dapat membaca hasil pengukuran dari kombinasi kedua skala tersebut.

Keakuratan mikrometer sekrup sangat tinggi, hingga seperseribu milimeter, sehingga alat ini ideal untuk pekerjaan yang membutuhkan tingkat presisi tinggi. Misalnya, dalam bidang teknik mesin, manufaktur, atau ilmu material, alat ini digunakan untuk memastikan ukuran komponen yang kecil dan detail sesuai dengan kebutuhan.

Tapi, penting untuk memahami bahwa pengukuran dengan mikrometer sekrup dapat dipengaruhi oleh dua jenis kesalahan, yaitu kesalahan acak (random errors) dan kesalahan sistematis (systematic errors). Kesalahan ini dapat memengaruhi hasil pengukuran, sehingga pengguna harus memastikan pengoperasian alat dilakukan dengan hati-hati untuk meminimalkan dampaknya.

Secara keseluruhan, mikrometer sekrup adalah alat yang sangat berguna untuk mengukur dimensi kecil dengan presisi tinggi, menjadikannya salah satu perangkat penting dalam eksperimen ilmiah dan proses industri.

Jenis-jenis Mikrometer Sekrup

Jenis-jenis Mikrometer Sekrup
Jenis-jenis Mikrometer Sekrup

Ketika berbicara tentang pengukuran presisi, mikrometer sekrup menjadi alat yang tak tergantikan. Alat ini dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengukuran dengan akurasi tinggi, mulai dari dimensi luar hingga kedalaman lubang atau ulir sekrup.

Tapi, tahukah kamu bahwa mikrometer sekrup juga hadir dalam berbagai jenis yang masing-masing memiliki fungsi unik Mikrometer sekrup memiliki berbagai jenis yang dirancang untuk kebutuhan pengukuran yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa jenis mikrometer sekrup beserta kegunaannya.

Mikrometer Luar (Outside Micrometer)

Mikrometer luar (outside micrometer) adalah jenis mikrometer yang digunakan untuk mengukur dimensi luar suatu benda. Alat ini biasanya dipakai untuk mengukur ketebalan pelat logam, diameter kawat, atau benda silinder.

Mikrometer luar adalah alat yang sering digunakan di industri teknik dan manufaktur karena memberikan hasil pengukuran yang akurat.

Mikrometer Dalam (Inside Micrometer)

Mikrometer dalam (inside micrometer) digunakan untuk mengukur dimensi dalam suatu objek, seperti diameter lubang atau tabung.

Alat ini dilengkapi dengan batang pengukur yang dapat diperpanjang, sehingga mampu menjangkau bagian dalam objek yang sulit diukur dengan alat lainnya.

Mikrometer Kedalaman (Depth Micrometer)

Mikrometer kedalaman (depth micrometer) dirancang untuk mengukur kedalaman lubang, alur, atau celah pada suatu permukaan. Mikrometer ini memiliki batang pengukur yang dapat diatur panjangnya dan dasar yang datar untuk memastikan stabilitas saat melakukan pengukuran.

Mikrometer Tiga Rahang (Three-Point Micrometer)

Mikrometer tiga rahang (three-point micrometer) dirancang untuk pengukuran diameter dalam menggunakan tiga titik kontak. Alat ini sangat akurat dan stabil, terutama saat mengukur benda berbentuk lingkaran yang mungkin tidak sepenuhnya bulat.

Mikrometer Digital (Digital Micrometer)

Mikrometer digital (digital micrometer) merupakan versi modern yang menampilkan hasil pengukuran secara elektronik melalui layar digital.

Alat ini sangat praktis karena dapat memberikan hasil yang cepat dan akurat serta sering dilengkapi fitur tambahan seperti konversi satuan dari milimeter ke inci.

Mikrometer Ulir (Thread Micrometer)

Mikrometer ulir (thread micrometer) digunakan untuk mengukur dimensi ulir pada sekrup atau baut. Mikrometer ini memiliki ujung pengukur yang dirancang khusus agar sesuai dengan profil ulir, sehingga pengukuran menjadi lebih presisi.

Mikrometer Tabung (Tube Micrometer)

Mikrometer tabung (tube micrometer) digunakan untuk mengukur ketebalan dinding tabung atau pipa tipis. Alat ini memiliki ujung pengukur berbentuk datar dan silinder, sehingga ideal untuk menjangkau area tertentu pada tabung.

Mikrometer Kombinasi (Universal Micrometer)

Mikrometer kombinasi (universal micrometer) merupakan alat multifungsi yang menggabungkan fitur berbagai jenis mikrometer.

Alat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengukuran dimensi luar, dalam, maupun kedalaman, sehingga sangat fleksibel untuk berbagai aplikasi pengukuran.

Bagian-bagian Mikrometer Sekrup

Bagian-bagian Mikrometer Sekrup
Bagian-bagian Mikrometer Sekrup

Setiap bagian mikrometer sekrup bekerja bersama untuk memberikan hasil yang tepat, mulai dari rangka yang kokoh hingga kenop ratchet yang memastikan tekanan yang tepat.

Memahami bagian-bagian mikrometer sekrup sangat penting agar kamu bisa memaksimalkan penggunaannya, terutama saat melakukan pengukuran objek dengan ukuran yang sangat kecil.

Frame (Rangka Mikrometer)

Frame adalah kerangka utama dari mikrometer sekrup yang berbentuk seperti huruf C. Bagian ini menjadi tempat berbagai komponen mikrometer terpasang dan berfungsi sebagai dudukan yang kokoh saat pengukuran dilakukan.

Frame biasanya dibuat dari baja tuang yang kuat dan tahan lama. Untuk menjaga akurasi pengukuran, bahan frame juga dicampur dengan material khusus agar tidak mudah memuai ketika terkena panas, karena pemuaian dapat mengganggu hasil pengukuran.

Anvil (Landasan Tetap)

Anvil adalah batang kecil yang tidak bergerak dan berada di salah satu ujung frame. Bagian ini berfungsi sebagai penahan benda yang akan diukur. Saat pengukuran, anvil menjadi salah satu titik kontak antara mikrometer dan objek yang diukur.

Spindle (Poros Gerak)

Spindle adalah batang yang dapat bergerak masuk atau keluar di ujung lain frame. Bentuknya mirip dengan anvil, tetapi lebih panjang dan dapat digerakkan.

Spindle berfungsi untuk menjepit objek yang diukur, bekerja sama dengan anvil untuk memastikan benda tetap stabil selama pengukuran.

Sleeve (Selongsong)

Sleeve adalah bagian berbentuk tabung di sisi luar mikrometer, tepat di dekat frame. Fungsinya adalah sebagai tempat skala utama, yang menunjukkan hasil pengukuran dalam satuan milimeter. Skala ini membantu pengguna membaca hasil pengukuran dengan mudah.

Thimble (Bidal)

Thimble adalah tabung logam yang dapat diputar dan terletak di luar sleeve. Bagian ini berfungsi untuk mengatur posisi spindle.

Ketika thimble diputar, spindle akan bergerak mendekati atau menjauhi anvil, sehingga pengguna dapat menyesuaikan ukuran sesuai objek yang diukur. Thimble juga memiliki skala yang membantu mendapatkan pengukuran lebih rinci.

Lock Nut (Pengunci)

Lock nut adalah bagian yang digunakan untuk mengunci spindle pada posisinya selama pengukuran berlangsung. Dengan mengunci spindle, hasil pengukuran akan lebih stabil dan tidak berubah meskipun mikrometer tidak dipegang terus-menerus.

Ratchet Knob (Kenop Ratchet)

Ratchet knob adalah kenop kecil yang digunakan untuk memutar spindle dengan kontrol yang lebih baik. Saat spindle mendekati objek yang diukur, ratchet diputar hingga terdengar bunyi klik 2-3 kali.

Bunyi ini menandakan bahwa spindle sudah menyentuh objek dengan tekanan yang cukup tanpa merusaknya, sehingga hasil pengukuran lebih akurat.

Cara Menghitung dan Membaca Mikrometer Sekrup

Cara Menghitung Mikrometer Sekrup
Cara Menghitung dan Membaca Mikrometer Sekrup

Untuk menggunakan mikrometer sekrup dengan benar, ada dua skala yang perlu diperhatikan, yaitu skala utama dan skala nonius. Skala utama dapat dilihat pada bagian sleeve, sedangkan skala nonius terdapat pada thimble atau bidal.

Ini adalah langkah-langkah yang lebih mudah dipahami:

  1. Baca skala utama di bagian atas garis horizontal. Angka ini menunjukkan skala utama dalam satuan milimeter, biasanya 1 mm per garis.
  2. Perhatikan skala utama di bagian bawah garis horizontal. Jika ada garis tambahan di bawah garis atas, tambahkan nilainya, biasanya sebesar 0,5 mm atau 0,1 mm, tergantung jumlah garis tambahan tersebut.
  3. Baca skala nonius pada thimble atau bidal. Skala ini menunjukkan nilai dalam satuan yang lebih kecil, yaitu 0,01 mm, untuk mendapatkan hasil yang lebih presisi.

Baca juga: 5 Contoh Soal Mikrometer Sekrup Lengkap dengan Pembahasannya

Contoh Soal Mikrometer Sekrup

Contoh Soal Mikrometer Sekrup
Contoh Soal Mikrometer Sekrup

Mengukur ketebalan suatu benda dengan tingkat presisi tinggi sering kali menjadi kebutuhan penting, terutama dalam dunia teknik dan manufaktur. Mikrometer sekrup hadir sebagai alat ukur yang andal untuk tugas ini, mampu memberikan hasil akurat hingga seperseratus milimeter.

Tapi, memahami cara kerja dan penerapan mikrometer sekrup memerlukan latihan dan pemahaman yang baik.

Untuk membantu kamu lebih mengenal alat ini, mari kita jelajahi beberapa contoh soal mikrometer sekrup yang dirancang untuk melatih kemampuan pengukuran sekaligus memperkuat pemahamanmu.

Contoh Soal Mikrometer Sekrup 1

Berapa hasil pengukuran menggunakan mikrometer sekrup seperti yang terlihat pada gambar berikut?

Contoh Soal Mikrometer Sekrup 1
Contoh Soal Mikrometer Sekrup 1

Jawaban: hasil pengukuran menggunakan mikrometer sekrup adalah 4,60 mm.

Pembahasan:

  1. Pembacaan skala utama
    • Skala utama yang terlihat pada bagian sleeve adalah 4,50 mm.
  2. Pembacaan skala nonius
    • Skala nonius menunjukkan angka 10. Untuk menghitung nilainya, kalikan angka tersebut dengan tingkat ketelitian mikrometer sekrup, yaitu 0,01 mm. Hasilnya: 10 x 0,01 = 0,10 mm.
  3. Menjumlahkan hasil skala utama dan skala nonius
    • Gabungkan kedua hasil pembacaan tersebut untuk mendapatkan nilai total: 4,50 + 0,10 = 4,60 mm.

Contoh Soal Mikrometer Sekrup 2

Kamu tengah mengukur diameter batang baja kecil. Pembacaan skala utamanya adalah 5 mm, dan skala bidal sejajar sempurna pada 28 divisi. Hitunglah diameter batang baja tersebut.

Jawaban: diameter batang baja tersebut adalah 5,28 mm.

Pembahasan:

  1. Skala utama menunjukkan 5 mm.
  2. Skala thimble menunjukkan 28 divisi. Setiap divisi pada skala thimble memiliki nilai 0,01 mm. Maka: 28 x 0,01 mm = 0,28 mm.
  3. Jumlahkan pembacaan skala utama dan skala thimble: 5 mm + 0,28 mm = 5,28 mm.

Contoh Soal Mikrometer Sekrup 3

Sebelum memulai pengukuran, kamu melihat bahwa saat tertutup sepenuhnya, tanda nol skala thimble berada 2 divisi di bawah garis dasar selongsong, yang menunjukkan kesalahan nol positif. Kamu mengukur sebuah objek, dan skala utama menunjukkan 3 mm, dengan skala thimble pada 15 divisi. Berapa ukuran objek yang dikoreksi?

Jawaban: ukuran objek yang dikoreksi adalah 3,13 mm

Pembahasan:

  1. Skala utama menunjukkan 3 mm.
  2. Skala bidal menunjukkan 15 divisi. Setiap divisi pada skala thimble memiliki nilai 0,01 mm, jadi: 15 x 0,01 mm = 0,15 mm.
  3. Jumlahkan pembacaan skala utama dan skala thimble. Pengukuran yang diamati: 3 mm + 0,15 mm = 3,15 mm.
  4. Kamu tahu bahwa ada kesalahan nol positif karena tanda nol pada skala thimble berada 2 divisi di bawah garis dasar. Kesalahan nol dihitung sebagai: 2 x 0,01 mm = 0,02 mm.
  5. Karena ada kesalahan nol positif, kamu harus mengurangkan kesalahan nol dari pengukuran yang diamati: 3,15 mm – 0,02 mm = 3,13 mm.

Contoh Soal Mikrometer Sekrup 4

Sebuah potongan aluminium tipis diukur menggunakan mikrometer sekrup. Diketahui alat memiliki kesalahan nol positif sebesar 3 divisi. Hasil pembacaan menunjukkan skala utama tepat 0 mm, dan skala thimble sejajar pada 40 divisi. Berapa ketebalan sebenarnya dari potongan aluminium tersebut?

Jawaban: ketebalan sebenarnya dari potongan aluminium tersebut adalah 0,37 mm.

Pembahasan:

  1. Pada skala utama, angka yang terbaca adalah 0 mm.
  2. Pada skala thimble, posisi sejajar adalah 40 divisi. Setiap divisi bernilai 0,01 mm, sehingga: 40 x 0,01 mm = 0,40 mm.
  3. Jumlahkan nilai dari skala utama dan skala bidal: 0 mm + 0,40 mm = 0,40 mm.
  4. Karena alat memiliki kesalahan nol positif sebesar 3 divisi, maka: 3 x 0,01 mm = 0,03 mm.
  5. Untuk mengoreksi pengukuran, kurangi nilai kesalahan nol dari pengukuran yang diamati: 0,40 mm – 0,03 mm = 0,37 mm.

Contoh Soal Mikrometer Sekrup 5

Sebuah potongan aluminium diukur. Skala utama menunjukkan 0 mm, dan skala thimble pada posisi 45 divisi. Mikrometer memiliki kesalahan nol positif sebesar 2 divisi. Berapa ketebalan yang dikoreksi?

Jawaban: ketebalan kawat adalah 0,43 mm

Pembahasan:

  1. Pada skala utama, angka yang terbaca adalah 0 mm.
  2. Pada skala thimble, posisi sejajar adalah 40 divisi. Setiap divisi bernilai 0,01 mm, sehingga: 45 x 0,01 mm = 0,45 mm.
  3. Karena alat memiliki kesalahan nol positif sebesar 2 divisi, maka: 2 x 0,01 mm = 0,02 mm.
  4. Untuk mengoreksi pengukuran, kurangi nilai kesalahan nol dari pengukuran yang diamati: 0,45 mm – 0,02 mm = 0,43 mm.

Contoh Soal Mikrometer Sekrup 6

Sebuah kawat tembaga diukur. Skala utama menunjukkan 3 mm, dan skala thimble sejajar pada 18 divisi. Tidak ada kesalahan nol pada alat ukur. Hitung diameter kawat tersebut.

Jawaban: diameter kawat adalah 3,18 mm.

Pembahasan:

  1. Pada skala utama, angka yang terbaca adalah 3 mm.
  2. Pada skala thimble, posisi sejajar adalah 18 divisi. Setiap divisi bernilai 0,01 mm, sehingga: 18 x 0,01 mm = 0,18 mm.
  3. Jumlahkan pembacaan skala utama dan skala thimble. Pengukuran yang diamati: 3 mm + 0,18 mm = 3,18 mm.

Contoh Soal Mikrometer Sekrup 7

Sebuah bola kecil diukur menggunakan mikrometer sekrup. Skala utama menunjukkan 10 mm, dan skala bidal sejajar pada 50 divisi. Mikrometer memiliki kesalahan nol positif sebesar 5 divisi. Hitung diameter bola tersebut setelah koreksi.

Jawaban: diameter bola adalah 10,45 mm

Pembahasan:

  1. Pada skala utama, angka yang terbaca adalah 10 mm.
  2. Skala bidal menunjukkan 50 divisi. Setiap divisi pada skala thimble memiliki nilai 0,01 mm, jadi: 50 x 0,01 mm = 0,50 mm.
  3. Jumlahkan nilai dari skala utama dan skala bidal: 10 mm + 0,50 mm = 10,50 mm.
  4. Karena alat memiliki kesalahan nol positif sebesar 5 divisi, maka: 5 x 0,01 mm = 0,05 mm.
  5. Untuk mengoreksi pengukuran, kurangi nilai kesalahan nol dari pengukuran yang diamati: 10,50 mm – 0,05 mm = 10,45 mm.

Contoh Soal Mikrometer Sekrup 8

Sebuah buku tipis diukur menggunakan mikrometer sekrup. Skala utama menunjukkan 2,5 mm, dan skala bidal sejajar pada 22 divisi. Tidak ada kesalahan nol. Berapa ketebalan buku tersebut?

Jawaban: ketebalan buku adalah 2,72 mm

Pembahasan:

  1. Pada skala utama, angka yang terbaca adalah 2,5 mm.
  2. Skala bidal atau thimbel menunjukkan 22 divisi. Setiap divisi pada skala thimble memiliki nilai 0,01 mm, jadi: 22 x 0,01 mm = 0,22 mm.
  3. Jumlahkan nilai dari skala utama dan skala bidal: 2,5 mm + 0,22 mm = 2,72 mm.

Contoh Soal Mikrometer Sekrup 9

Ketebalan kartu kredit diukur menggunakan mikrometer sekrup. Skala utama menunjukkan 0 mm, dan skala bidal sejajar pada 38 divisi. Mikrometer memiliki kesalahan nol positif sebesar 2 divisi. Berapa ketebalan kartu kredit tersebut?

Jawaban: ketebalan kartu kredit adalah 0,36 mm

Pembahasan:

  1. Pada skala utama, angka yang terbaca adalah 0 mm.
  2. Skala bidal atau thimbel menunjukkan 38 divisi. Setiap divisi pada skala thimble memiliki nilai 0,01 mm, jadi: 38 x 0,01 mm = 0,38 mm.
  3. Karena alat memiliki kesalahan nol positif sebesar 2 divisi, maka: 2 x 0,01 mm = 0,02 mm.
  4. Jumlahkan nilai dari skala utama dan skala bidal: 0,38 mm – 0,02 mm = 0,36 mm.

Baca juga: Cara Daftar KIP Kuliah dan 3 Manfaat Utamanya untuk Mahasiswa

Contoh Soal Mikrometer Sekrup 10

Sebuah lembaran kertas diukur menggunakan mikrometer sekrup. Skala utama menunjukkan 0 mm, dan skala bidal sejajar pada 50 divisi. Mikrometer memiliki kesalahan nol positif sebesar 5 divisi. Berapa ketebalan lembaran kertas tersebut setelah koreksi?

Jawaban: ketebalan kertas adalah 0,45 mm

Pembahasan:

  1. Pada skala utama, angka yang terbaca adalah 0 mm.
  2. Skala bidal atau thimbel menunjukkan 50 divisi. Setiap divisi pada skala thimble memiliki nilai 0,01 mm, jadi: 50 x 0,01 mm = 0,50 mm.
  3. Karena alat memiliki kesalahan nol positif sebesar 5 divisi, maka: 5 x 0,01 mm = 0,05 mm.
  4. Jumlahkan nilai dari skala utama dan skala bidal: 0,50 mm – 0,05 mm = 0,45 mm.

Contoh Soal Mikrometer Sekrup 11

Contoh Soal Mikrometer Sekrup 11
Contoh Soal Mikrometer Sekrup 11

Sebuah kawat diukur menggunakan mikrometer sekrup. Setelah dilakukan pengukuran, skala tetap dan skala nonius menunjukkan angka tertentu. Berapakah hasil pengukurannya?

Jawaban: diameter kawat yang diukur adalah 1,80 mm

Pembahasan:

  1. Membaca skala tetap: skala tetap menunjukkan angka 1,5 mm. Angka ini diperoleh dari garis yang terlihat sebelum skala nonius.
  2. Membaca skala nonius: skala nonius menunjukkan angka 30, yang dikalikan dengan 0,01 mm karena setiap garis pada skala nonius memiliki nilai 0,01 mm. Jadi, hasilnya adalah 30 × 0,01 mm = 0,30 mm.
  3. Menghitung hasil pengukuran: hasil akhir diperoleh dengan menjumlahkan skala tetap dan skala nonius:1,5 mm + 0,30 mm = 1,80 mm.

Contoh Soal Mikrometer Sekrup 12

Sebuah benda diukur menggunakan mikrometer sekrup. Setelah melakukan pengukuran, skala utama menunjukkan 5 mm, sedangkan skala nonius menunjukkan 0,03 mm. Berapakah hasil akhirnya?

Jawaban: 5,03 mm

Pembahasan:

  1. Membaca skala utama: skala utama menunjukkan angka 5 mm, yang berarti panjang benda minimal adalah 5 mm.
  2. Membaca skala nonius: skala nonius menunjukkan angka 0,03 mm, yang merupakan hasil dari angka yang terlihat dikalikan dengan ketelitian mikrometer sekrup (0,01 mm per garis).
  3. Menjumlahkan hasil pengukuran: hasil total diperoleh dengan menjumlahkan skala utama dan skala nonius: 5 mm + 0,03 mm = 5,03 mm.

Contoh Soal Mikrometer Sekrup 13

Seorang teknisi sedang mengukur ketebalan selembar aluminium foil menggunakan mikrometer sekrup. Setelah melihat skala, ia mencatat bahwa skala utama menunjukkan 4,5 mm, sementara skala nonius sejajar dengan garis ke-28. Berapa hasil pengukurannya?

Jawaban: ketebalan aluminium foil adalah 4,78 mm

Pembahasan:

  1. Skala utama menunjukkan 4,5 mm.
  2. Skala nonius sejajar di angka 28, yang berarti nilainya 28 × 0,01 mm = 0,28 mm.
  3. Hasil pengukuran: hasil total diperoleh dengan menjumlahkan skala utama dan skala nonius: 4,5 mm + 0,28 mm = 4,78 mm.

Contoh Soal Mikrometer Sekrup 14

Seorang mahasiswa teknik mesin sedang melakukan eksperimen dengan mengukur diameter kawat baja menggunakan mikrometer sekrup. Ia mencatat skala utama berada di 3 mm, dan skala nonius menunjukkan angka 16. Berapa diameter kawat baja tersebut?

Jawaban: diameter kawat baja adalah 3,16 mm

Pembahasan:

  1. Skala utama menunjukkan 3 mm.
  2. Skala nonius menunjukkan angka 16, yang berarti nilainya 16 × 0,01 mm = 0,16 mm.
  3. Hasil pengukuran: 3 mm + 0,16 mm = 3,16 mm.

Contoh Soal Mikrometer Sekrup 15

Seorang tukang perhiasan ingin memastikan ketebalan lempengan emas sebelum diproses lebih lanjut. Dengan mikrometer sekrup, ia membaca skala utama menunjukkan 6,5 mm, sedangkan skala nonius sejajar di angka 42. Berapa hasil pengukurannya?

Jawaban: ketebalan lempengan emas adalah 6,92 mm

Pembahasan:

  1. Skala utama menunjukkan 6,5 mm.
  2. Skala nonius menunjukkan angka 42, yang berarti nilainya 42 × 0,01 mm = 0,42 mm.
  3. Hasil pengukuran: 6,5 mm + 0,42 mm = 6,92 mm.

Dengan memahami cara membaca dan menghitung hasil pengukuran menggunakan nikrometer sekrup, kamu dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pekerjaanmu. Melalui latihan soal yang dilengkapi pembahasan, kamu bisa semakin terampil dalam menguasai penggunaan mikrometer sekrup.

Jika kamu membutuhkan konten berkualitas seperti artikel ini, artikel SEO-friendly, atau layanan optimasi untuk meningkatkan visibilitas bisnismu, Optimaise sebagai digital agency Malang siap membantu.

Kami menyediakan jasa press release, jasa penulisan artikel SEO-friendly, hingga jasa SEO yang dirancang khusus untuk kebutuhanmu. Percayakan kebutuhan digital marketingmu kepada Optimaise, dan jadilah yang terdepan di dunia digital!

[addtoany]

Baca Juga

Optimaise