Digital MarketingSEO

7 Cara Memformat Blog Post untuk Meningkatkan Keterlibatan Pembaca

Dwi

7 Cara Memformat Blog Post untuk Meningkatkan Keterlibatan Pembaca

Dilema yang sama mungkin dihadapi oleh semua blogger, baik milik pribadi maupun bisnis, adalah bahwa pembaca lebih suka melihat sekilas konten daripada membacanya secara menyeluruh.

Ditambah menulis postingan blog yang bagus tidak semudah menulis kata-kata yang tepat. Bagaimana ia diformat juga sangat berbeda.

Namun, untuk membuat pembaca tetap tertarik dan mendorong mereka untuk menindaklanjuti setiap ajakan bertindak, seperti meng-klik tautan atau mengisi formulir, kamu dapat menggunakan beberapa teknik untuk memformat blog postmu.

Sebelum memulai untuk mempelajari cara membuat situs web dan menggunakan CMS, sebaiknya pelajari dulu dasar-dasar memformat blog post ini untuk menulis postingan blog yang menarik bagi pembaca.

Mengapa Memformat Blog Post Sangat Mempengaruhi Pembaca?

Mengapa Memformat Blog Post Sangat Mempengaruhi Pembaca?
Mengapa Memformat Blog Post Sangat Mempengaruhi Pembaca?

Posting blog yang diformat dengan baik dapat meningkatkan pengalaman pengguna, meningkatkan jumlah waktu yang dihabiskan pengguna di halamanmu, dan menempatkan kamu sebagai sumber yang kredibel.

Berikut ini adalah beberapa alasan tambahan mengapa kamu harus memformat blog postmu dengan benar:

  1. Apakah postingan blogmu mudah dibaca dalam hitungan beberapa menit pertama? Orang sering membaca postinganmu secara sekilas untuk melihat apakah itu memenuhi kebutuhan mereka atau tidak. Selain itu, memiliki postingan blog yang diformat dengan baik dapat membantu dalam hal ini.
  2. Jumlah waktu yang dihabiskan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan postingan blog yang diformat dengan baik lebih mudah dicerna dan terus menarik perhatian pembaca.
  3. Kemampuan untuk mengkomunikasikan ide melalui posting blog. Misalnya, pembaca dapat lebih mudah memahami ide blog tertentu jika dipresentasikan dalam bentuk grafik atau gambar.

Postingan yang diformat dengan baik mendorong pembaca untuk menghabiskan lebih banyak waktu di halamanmu, mengurangi bounce rate, dan meningkatkan kemungkinan mereka berinteraksi dengan kontenmu melalui komentar atau berbagi.

Baca juga: Kenapa SEO Penting? Ketahui 10 Alasannya di Sini

Di mana semua ini dapat memengaruhi keberhasilan strategi SEO dan kemungkinan postingan blogmu untuk menghasilkan konversi.

Cara dan Tips untuk Memformat Blog Post

Cara dan Tips untuk Memformat Blog Post
Cara dan Tips untuk Memformat Blog Post

Jika kamu pernah membaca sebuah posting blog, berarti kamu telah membaca konten dari seorang pemimpin pemikiran (thought leaders) yang ahli dalam industrinya.

Kalau posting blog tersebut ditulis dengan baik, kemungkinan besar kamu akan memperoleh pengetahuan yang bermanfaat dan opini positif tentang penulis atau merek yang menghasilkan konten tersebut. Karena itu, untuk menghasilkan postingan yang berkualitas dibutuhkan strategi untuk memformat blog post.

Namun, pemformatan blog post yang efektif bergantung pada pelaksanaan proses yang strategis, mulai dari menentukan tujuan penelusuran dan memilih format blog yang tepat hingga meningkatkan kemudahan membaca konten, keterbacaan, dan optimalisasi konversi.

Sebelum kamu menerbitkan postingan blogmu, mari kita lihat beberapa cara dan strategi untuk memformat blog post yang dapat kamu coba terapkan nanti.

Tunjukkan Poin Pembahasan Melalui Judul

Tunjukkan Poin Pembahasan Melalui Judul
Tunjukkan Poin Pembahasan Melalui Judul

Judul dapat membagi kontenmu menjadi beberapa bagian, sehingga membantu pembaca memahami apa yang akan mereka pelajari dari membacanya.

Seperti di dalam konten ini, disebut “Tunjukkan Poin Pembahasan Melalui Judul”. Judulnya jelas menjelaskan apa yang akan dibahas.

Selain itu, pembaca dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pembahasan dari judul-judul postingan blog dengan melihatnya sekilas tanpa membaca postingan secara keseluruhan.

Tambahkan Title Tag

Title tag merupakan HyperText Markup Language (HTML) yang digunakan untuk membedakan judul postingan dari teks biasa. Ini membantu mesin pencari untuk memahami struktur kontenmu dan membantu pembaca membedakan judul dan hierarkinya.

Title tag diletakkan sebelum judul dan sesudahnya. Sebagai contoh, ini adalah judulnya:

<hX>The heading goes here</hX>

“X” terdiri dari angka satu hingga enam, tergantung pada hierarki judul postingan yang sering kali memiliki format seperti ini:

  1. Judul H1 harus menjadi judul postingan.
  2. Judul H2 menunjukkan di mana bagian konten utama dimulai
  3. Judul H3 menunjukkan subtopik dalam bagian tersebut, dan seterusnya.

Mayoritas aplikasi menulis dan sistem manajemen konten (CMS), seperti WordPress dan Google Docs memudahkan pembuatan title tag, yang berarti kamu tidak perlu lagi menerapkan HTML tag secara manual.

Susun Daftar Isi Menggunakan Judul

Susun Daftar Isi Menggunakan Judul
Susun Daftar Isi Menggunakan Judul

Daftar isi sebaiknya berisi judul postinganmu. Ini dapat membantu pembaca melihat semua judul secara menyeluruh. Dan membuat mereka mengetahui apakah postinganmu mengandung informasi yang mereka butuhkan atau tidak.

Setiap judul di dalam daftar isi juga dapat berfungsi sebagai “jump link” yang memungkinkan orang yang meng-kliknya langsung berada ke bagian pembahasan yang ia tuju.

Kamu dapat menggunakan plugin Easy Table of Contents untuk menambahkan daftar isi ke postingan WordPress.

Buat Kalimat dan Paragraf yang Singkat

Buat Kalimat dan Paragraf yang Singkat
Buat Kalimat dan Paragraf yang Singkat

Tulisanmu akan menjadi lebih menarik secara visual dan lebih mudah dibaca jika kamu menggunakan kalimat dan paragraf yang singkat.

Perpendek kalimat dan paragrafmu dengan menggunakan beberapa tips ini:

  1. Hanya membuat satu poin per kalimat atau memotong kalimat menjadi beberapa kalimat.
  2. Hindari basa-basi dan langsung ke inti.
  3. Membagi paragraf panjang menjadi paragraf yang lebih pendek dengan lebih banyak poin.

Gunakan Format Bold untuk Menekankan Gagasan Penting

Gunakan Format Bold untuk Menekankan Gagasan Penting
Gunakan Format Bold untuk Menekankan Gagasan Penting

Gunakan format tebal atau bold untuk menekankan ide-ide penting yang harus menarik perhatian pembaca. Misalnya, postingan blog Halodoc di atas ini menggunakan format bold untuk menunjukkan rincian tips untuk mengatasi sakit punggung.

Teks yang tebal akan menonjol di halaman dan menarik perhatian pembaca karena lebih tebal daripada teks yang tidak tebal.

Untuk meningkatkan ketebalan teks, lihat teks di editor CMS dan klik ikon “B“. Jangan gunakan garis bawah untuk meningkatkan penekanan, ini karena pembaca mungkin salah mengartikulasikan garis-garis yang ada di teks sebagai tautan.

Sajikan Daftar

Daftar atau list adalah kumpulan item yang disajikan satu per satu. Menyajikan daftar dapat bermanfaat untuk beberapa hal ini:

  1. Menampilkan beberapa poin terkait secara ringkas.
  2. Menampilkan informasi dalam urutan yang berurutan.
  3. Menambah variasi visual ke postinganmu.
  4. Titik daftar memiliki karakter awalan di depannya untuk menandai awal setiap titik.

Misalnya, karakter awalan dari daftar yang sering kita jumpai adalah poin atau lingkaran hitam. Ada 2 kategori daftar yang bisa kamu gunakan di dalam format blog postmu:

  1. Daftar berurutan (ordered list) menampilkan item dalam urutan tertentu.
    • Karakter awalan biasanya terdiri dari huruf atau angka.
    • Selain itu, daftar ini digunakan untuk memberi tahu pembaca urutan yang harus mereka baca, di mana ia akan menampilkan poinnya dalam urutan menaik, misalnya dari satu hingga sepuluh.
  2. Daftar tidak berurutan (unordered lists) berisi poin yang tidak berurutan.
    • Poin, seperti poin atau tanda hubung yang seluruhnya memiliki karakter awalan yang sama.
    • Jika setiap poin memiliki relevansi yang sama dan urutan dalam membacanya tidak menimbulkan masalah, maka susun poin-poinmu di dalam daftar yang tidak berurutan.

Sisipkan Unsur Visual

Sisipkan Unsur Visual
Sisipkan Unsur Visual

Unsur visual dapat membantu membuat konsep yang rumit lebih mudah dipahami. Selain itu, visual meningkatkan warna dan variasi visual, sehingga menjadikan kontenmu lebih menarik.

Contohnya, untuk menjelaskan cara memilih potongan rambut yang sesuai dengan bentuk wajah, WikiHow menggunakan teks dan gambar statis dan animasi. Di mana pembaca dapat mengikuti demonstrasi gambar sebagai gantinya jika petunjuk teks membingungkan mereka.

Contoh lainnya, kamu juga bisa menggunakan visualisasi data berupa diagram yang menampilkan data dalam bentuk visual, seperti grafik, tabel, atau bagan. Cara ini membantu pengguna untuk memahami data dan implikasinya dengan diagram ini.

Misalnya, bagan di atas menggambarkan hasil dari laporan State of Search Semrush pada tahun 2023. Formatnya memudahkan pembaca untuk membandingkan dan memahami banyak data.

Tambahkan Quote untuk Menambah Daya Tarik Visual

Tambahkan Quote untuk Menambah Daya Tarik Visual
Tambahkan Quote untuk Menambah Daya Tarik Visual

Bagian teks yang ditulis sebagai kutipan pada halaman disebut sebagai quote. Quote biasanya memiliki desain unik yang membuatnya lebih menarik secara visual.

Jika kamu menambahkan kutipan ahli ke postingan blogmu, maka pertimbangkan untuk menggunakan format quote. Apalagi sebagian besar CMS dapat membantu dengan format quote ini.

Jika kamu menggunakan editor WordPress untuk memformat postingmu, sorot teks yang ingin kamu ubah menjadi quote. Kemudian, di bilah alat blok, klik ikon paragraf (¶) dan pilih opsi “Quote” atau “Kutipan“.

Beri Call to Action (CTA)

Beri Call to Action (CTA)
Beri Call to Action (CTA)

Untuk meningkatkan konversi, CTA atau Call to Action sebaiknya diformat sebagai tombol dan banner. Ini lebih menarik perhatian daripada teks CTA konvensional. Jika kamu mengetik CTA di dalam bentuk teks biasa, itu tidak akan jelas atau menarik untuk di-klik.

Mungkin saja CMS yang kamu gunakan memiliki fitur untuk membuat tombol, seperti WordPress. Caranya, buka salah satu editor postingan. Kemudian, untuk menampilkan bilah alat blok, tekan “/” di keyboard dan pilih “Tombol” atau “Buttons“.

Baca juga: Cara Membuat Konten yang SEO Friendly dalam 8 Langkah Mudah

Contoh Format Blog Post

Contoh Format Blog Post
Contoh Format Blog Post

Kamu mungkin telah menyaksikan berbagai jenis blog post yang tersedia di internet. Meskipun setiap blogger menggunakan pendekatan dan gaya yang berbeda untuk menyampaikan konten mereka, ada beberapa format yang tetap berhasil menarik perhatian dan mempertahankan pembaca.

Ini adalah bagaimana format beberapa jenis posting blog yang umum untuk digunakan:

  • Listicle adalah artikel yang konten utamanya adalah daftar. Penulis listicle biasanya membuat judul H2 untuk setiap item daftar. Selain itu, mereka dapat memberi setiap judulnya berupa nomor atau angka untuk membantu pengguna melacak kemajuan mereka melalui daftar.
  • Artikel panduan memberikan instruksi tentang cara melakukan hal-hal tertentu. Penulis biasanya memberikan arahan dalam bentuk judul atau daftar nomor, sehingga pembaca tahu urutan yang harus diikuti. Untuk memperjelas prosedur, artikel tersebut mungkin juga menyertakan visual pendukung.
  • Artikel ulasan yang dibuat untuk menilai kualitas barang atau jasa. Pembaca dapat membantu mengikuti diskusi dengan menggunakan elemen format seperti ini:
    • Setiap kriteria tinjauan memiliki judul yang mencakup daftar fitur, kelebihan, dan kekurangan dari produk atau layanan.
    • Gambar dan video yang menunjukkan produk atau layanan yang sedang dibahas.
    • Tombol CTA dan banner yang memungkinkan pembaca untuk membeli produk atau mendaftar ke layanan.

Jika kamu memerlukan bantuan lebih lanjut dalam mengoptimalkan konten blog dan meningkatkan visibilitas di mesin pencari, Optimaise sebagai penyedia jasa SEO dapat membantu. Dengan pendekatan yang profesional dan strategi yang terbukti efektif, Optimaise siap mendukung kamu dalam mencapai tujuan digital marketingmu yang lebih luas. Hubungi Optimaise sekarang juga untuk konsultasi gratis!

Baca Juga

Optimaise