Digital MarketingSEO

Apa itu Google Penguin? Ketahui Definisi dan 3 Mitosnya

Tiara Motik

Apa itu Google Penguin? Ketahui Definisi dan 3 Mitosnya

Google merilis pembaruan algoritma Penguin yang sangat berpengaruh sejak 11 tahun lalu. Pembaruan yang kini dikenal dengan Google Penguin ini membawa perubahan besar dalam cara Google menilai dan merangkai hasil pencarian.

Google Penguin, pada dasarnya adalah penjaga keadilan dalam ekosistem pencarian yang diciptakan untuk mengatasi praktik spam dan manipulasi peringkat. Di mana ia bertujuan mendorong kualitas konten dan tautan yang relevan, serta mengurangi manipulasi peringkat dengan taktik curang.

Namun, seiring berjalannya waktu, mitos-mitos telah tumbuh di seputar eksistensinya, sehingga menciptakan kerancuan di kalangan para ahli SEO.

Dalam ulasan berikut ini, kita akan menyusuri sejarah peluncuran Google Penguin, memahami motivasi di balik penciptaannya, dan menguraikan perannya yang signifikan dalam membentuk perilaku pencarian secara online.

Kita juga akan membahas secara rinci beberapa mitos yang sering kali menyesatkan, membuat praktisi SEO terjebak dalam kebingungan. Simak lebih lanjut, yuk!

Apa itu Google Penguin?

Apa itu Google Penguin?
Apa itu Google Penguin?

Pada tahun 2012, Google meluncurkan pembaruan algoritma bernama Google Penguin, juga dikenal sebagai Webspam Algorithm Update. Tujuan utamanya adalah mengurangi praktik black hat SEO dan manipulasi hasil pencarian, khususnya terkait skema backlink.

Sejak itu, Penguin telah menjadi bagian integral dari core algorithm. Sama seperti Panda sebelumnya, Penguin diumumkan sebagai langkah baru untuk memberikan penghargaan pada situs web berkualitas tinggi sambil mengurangi peran situs yang terlibat dalam manipulasi tautan dan spam.

Pemilik situs web yang terkena imbas perlu mengatasi spam untuk memulihkan reputasi mereka. Meskipun Penguin berkontribusi pada peningkatan kualitas hasil pencarian, dampaknya membuat pemilik situs dan praktisi SEO merasa frustrasi karena perubahan ini tidak dapat diminta atau diprediksi.

Hingga tahun 2017, Penguin telah mengalami 10 pembaruan yang mendokumentasikan perubahan dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari algoritma inti Google.

Mengapa Google Penguin Diluncurkan?

Mengapa Google Penguin Diluncurkan?
Mengapa Google Penguin Diluncurkan?

Sebelum hadirnya Google Penguin, algoritma peringkat mesin pencari lebih fokus pada jumlah tautan yang mengarah ke suatu situs, tanpa mempertimbangkan kualitasnya.

Ini mengakibatkan halaman-halaman dengan tautan banyak, namun berkualitas rendah atau berisi spam, justru mendapatkan peringkat yang mungkin tidak pantas mereka peroleh.

Jumlah tautan menjadi satu-satunya faktor penentu, memungkinkan manipulasi dengan mudah hanya dengan menambahkan lebih banyak tautan.

Google menyadari risiko manipulasi ini dan mencoba memberikan pemahaman tentang spam dengan memberikan contoh halaman yang hanya berisi isian keyword dan tautan buruk. Pentingnya kualitas konten dan relevansi menjadi fokus dengan Penguin.

Algoritma ini dirancang untuk mengidentifikasi dan menurunkan peringkat situs yang terlibat dalam taktik membangun link spam, sambil memberikan apresiasi kepada situs yang memiliki tautan natural dan berkualitas tinggi yang sesuai dengan konten mereka.

Bagaimana Cara Kerja Google Penguin?

Bagaimana Cara Kerja Google Penguin?
Bagaimana Cara Kerja Google Penguin?

Google Penguin yang disebut sebagai algoritma webspam beroperasi dengan cara menilai setiap tautan balik di situs web dan memberikan skor pada masing-masingnya.

Namun, perlu dicatat bahwa pengaruh Penguin tidak bersifat selektif, algoritma ini memengaruhi secara serentak berbagai situs web di seluruh internet.

Saat Penguin diluncurkan, fokus utamanya adalah memerangi situs yang memuat spam. Dalam melakukan tugas ini, algoritma mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk evaluasi terhadap tautan dan konten yang bersifat spam.

Meskipun sering kali diasosiasikan dengan link spam, sebenarnya Penguin memiliki cakupan yang lebih luas. Penguin tidak hanya menandai tautan spam dari perhitungan algoritma, tetapi juga mempertimbangkan aspek keseluruhan halaman dan situs.

Tujuannya adalah memberikan prioritas pada situs berkualitas tinggi yang mematuhi pedoman Google. Pemulihan dari dampak Penguin bukanlah tugas yang mudah bagi praktisi SEO.

Baca juga: Apa itu ccTLD? Ketahui Definisi dan 5 Kelebihannya

Sebagai pembaruan algoritma, satu-satunya cara untuk bangkit adalah dengan bekerja keras untuk membersihkan situs dari segala bentuk spam, sebuah tugas yang sering kali menantang dan membutuhkan ketekunan.

Dampak Update Google Penguin pada Situs Web

Pembaruan terbaru pada Google Penguin kini berjalan secara real time, di mana berarti situs web dapat langsung terkena dampak jika terdeteksi menggunakan skema tautan yang melanggar aturan.

Ini mendorong pentingnya untuk secara teratur memperbarui dan memeriksa kembali backlink situsmu. Keberadaan pembaruan real time sebenarnya memiliki sisi positif, yakni kamu tidak perlu lagi menunggu periode tertentu.

Jika kamu sedang berusaha memperbaiki link yang melanggar kebijakan, Google akan segera mendeteksinya. Ini memberikan kamu kesempatan untuk mengatasinya tanpa harus menunggu waktu yang lama.

Namun, untuk menghindari penalti yang tidak terduga, disarankan untuk secara aktif disavow link yang tidak sesuai. Dengan begitu, kamu dapat menjaga situsmu tetap sesuai dengan pedoman Google dan menghindari dampak negatif pada peringkat pencarianmu.

Mitos Google Penguin yang Menciptakan Kesalahanpahaman

Mitos Google Penguin yang Menciptakan Kesalahanpahaman
Mitos Google Penguin yang Menciptakan Kesalahanpahaman

Seluruh praktisi SEO pasti tahu jika bekerja di industri ini terasa begitu penuh dengan ketidakpastian. Industri SEO memiliki keunikan dengan keaktifan dan dinamikanya, di mana komunitasnya selalu bersemangat dalam mengeksplorasi teori dan hasil eksperimen baru setiap hari.

Namun, kerap kali intensitas aktivitas ini memunculkan sejumlah mitos dan kesalahpahaman terkait algoritma Google, termasuk algoritma Penguin.

Beberapa mitos dan kesalahpahaman seputar Penguin telah muncul selama bertahun-tahun, terdorong oleh eksperimen dan teori baru yang terus berkembang di komunitas SEO.

Untuk memahami lebih baik cara kerja Penguin, kamu perlu mengurai beberapa mitos yang telah menyertainya, menjaga agar pemahamanmu terhadap algoritma ini tetap akurat dan sesuai dengan perubahan yang terjadi di dunia SEO.

Sebagai Tanda Jika Situs Web Mendapatkan Penalti

Salah satu mitos yang umum terkait algoritma Penguin adalah persepsi bahwa itu merupakan suatu bentuk penalti, yang kadang disebut sebagai “tindakan manual” atau manual actions oleh Google.

Sebenarnya, penalti atau tindakan manual terjadi ketika tim webspam Google secara langsung menindaklanjuti dan menerapkan sanksi pada suatu situs setelah mendeteksi pelanggaran aturan. Pemilik situs biasanya akan menerima pemberitahuan melalui Google Search Console.

Namun, update Google Penguin berbeda. Pengaruhnya lebih terfokus pada menilai link dan konten situs secara otomatis tanpa melibatkan tindakan manual tim webspam. Jadi, tidak ada notifikasi langsung melalui GSC terkait pengaruh Google Penguin.

Baca juga: Clickbait Dinilai Berlebihan, Ini 6 Kelebihan & Kekurangannya

Meskipun disavow link yang buruk merupakan taktik yang umum digunakan untuk membalikkan dampak Penguin, pendekatan ini bisa sangat memakan waktu dan menghabiskan banyak sumber daya.

Google Penguin mempertimbangkan perbandingan antara jumlah tautan berkualitas tinggi dan tautan spam. Jadi, daripada hanya fokus pada penghapusan manual tautan berkualitas rendah, strategi yang lebih efektif mungkin adalah meningkatkan jumlah link berkualitas tinggi yang dimiliki oleh situsmu.

Dengan cara ini, kamu dapat mempengaruhi perbandingan tersebut secara positif yang dapat memberikan dampak lebih besar pada penilaian Penguin terhadap situs webmu.

Dampak dari Update Penguin Sulit Teratasi

Pemulihannya memang membutuhkan pemahaman yang kuat terhadap perubahan algoritma Google. Pendekatan terbaik untuk mengatasi pengaruh negatif Penguin adalah dengan melepaskan semua link yang terkait dengan situsmu.

Kemudian, mulai membangun kembali portofolio link dengan mendapatkan natural link dan editorial. Semakin banyak tautan berkualitas yang kamu peroleh maka semakin besar peluang untuk menghilangkan pengaruh buruk Penguin.

Dengan fokus pada link yang bermutu, kamu dapat merombak situsmu dan mengurangi dampak algoritma sehingga memungkinkan pemulihan yang lebih efektif.

Pengaruh Penguin yang real time menuntut kamu untuk memberikan perhatian terus-menerus terhadap backlink dan perbaikan yang cepat. Meskipun pemulihan dari dampak Penguin mungkin menantang, fokus pada tautan berkualitas tinggi dan kepatuhan terhadap pedoman Google adalah kunci untuk mengatasi dampak negatifnya.

Jika kamu mencari bantuan profesional dalam mengoptimalkan strategi SEO dan memastikan kepatuhan dengan perubahan algoritma seperti Penguin, Optimaise sebagai penyedia jasa SEO bisa menjadi mitramu. Segera temukan solusi yang tepat untuk menghadapi tantangan dalam SEO dengan Optimaise!

Baca Juga

Optimaise